Pagi harinya Davina sudah sibuk di dapur saat Devon masih terlelap di kamarnya. Davina menyiapkan beberapa sandwich untuk sarapan mereka, lalu menyalakan mesin pembuat kopi untuk Devon. “Semoga pagi ini dia juga mau makan sarapannya. Awas aja kalau dia nggak mau makan, akan aku samperin ke ruangannya nanti,” gumam Davina. Hari ini Asih tidak datang, jadi Davina berinisiatif menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Devon. Ia senang jika apa yang ia masak bisa dinikmati oleh orang lain. Apa lagi orang itu adalah Devon. Bisa dikatakan sejak semalam, Davina jadi ketagihan memasakan untuk Devon. Ada perasaan bahagia tersendiri saat melihat Devon menikmati masakan yang dibuatnya. Melihat betapa lahapnya pria itu makan apa yang ia masak benar-benar membuat Davina senang. Setelah selesai menata sar

