Devon kembali muncul di dapur kurang dari dua puluh menit kemudian. Kini ia sudah selesai mandi dan mengganti setelan kerjanya dengan kaus dan celana pendek. Ia sudah tampak segar dan rambutnya masih basah. “Kamu kebiasaan banget ya nggak ngeringin rambut,” ujar Davina sambil melirik Devon dan menata masakannya di pantry. Devon diam saja dan langsung duduk di bar stool. “Mau makan di sini?” tanya Davina. “Iya, di sini aja,” jawab Devon sambil fokus menatap masakan Davina yang membuatnya mendadak merasa sangat lapar. Davina kemudian menyiapkan semua peralatan makan Devon di hadapan pria itu. Sementara Devon masih menatap dengan takjub pada apa yang terhidang di hadapannya. Ada ayam kecap dengan aroma lezat yang menggoda. Rasanya air liur Devon nyaris menetes akibat ayam beraroma leza

