Hinaan dan Harapan

1221 Kata
Takdir hari ini adalah guru bagi takdir esok Takdir hari ini adalah pena bagi hari esok Jika berharap hari esok adalah surga, Mengapa tak menulis kisahnya hari ini?? Hari itu hati Diana seolah membeku, tak ada apa pun yang berani dia pikirkan selain merasa canggung di depan wanita paruh baya yang tampak begitu cantik dan anggun di depannya. Wanita yang dilehernya terjuntai 3 baris kalung mutiara dan memiliki mata yang begitu jernih seperti berlian. Pakaian yang dikenakannya saja mungkin lebih mahal dari pada gubuk Diana beserta isinya. Sementara Diana hanya gadis sederhana yang tidak memiliki apa apa selain mimpi. Wanita itu menatap Diana dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari pandangannya terlihat jelas, ia tidak mungkin menyukai gadis seperti Diana. “ Dia, Diana calon istriku!” Ucap Zayn yang duduk di sampingnya mengawali pembicaraan pada Estell yang ternyata Ibu tirinya “ Dia?” Tanya Estel seakan tak yakin “ Ya, dia! Memangnya kenapa? Ada yang salah, IBU?” Tanya Zayn mengernyit, nada bicaranya penuh penekanan “ Ibu ingin bicara denganmu, sekarang!” Tegas Estell sinis kemudian berdiri memegang lengan Zayn agar mengikutinya keluar. Meninggalkan Diana dan neneknya yang saling pandang “ Apa- apaan ini?” Zayn menghempas pegangan ibu tirinya dengan wajah geram “ Harusnya Ibu yang bertanya, apa- apaan ini Zayn, siapa dia, wanita kelas rendah dari gubuk? Kau mau main- main hah, lihat rumahnya, lihat kondisinya, mau jadi apa kau di sini?” Tanya wanita itu dengan nada berbisik, mendengar itu Zayn tersenyum sinis. “ Kenapa? Kau takut gadis miskin itu menjadi ratu dirumahku, iya? Ingat Estell, aku tidak meminta persetujuanmu. Mau atau tidak kau harus menerima Diana, aku menyukainya dan itu sudah cukup menjadi alasan bukan?” “ Bukan begitu Zayn, tapi… !!! “ Tapi apa, sudahlah lagi pula aku tidak meminta pendapatmu, aku tidak butuh restumu, aku hanya ingin kau mengenalnya dan ini tidak lebih hanya sekedar basa- basi saja, mau tidak mau kau harus memberikan restu, atau kalau tidak aku akan pergi dari rumah dan melaporkanmu pada ayah saat dia kembali!” Ancam Zayn kemudian melangkah kembali menuju ke dalam. “ Zayn!!” Teriak Estell yang sama sekali tidak diidahkan oleh pemuda bermata coklat itu “ Dasar anak tidak tahu diri! Sampah mana lagi yang ingin dia angkut ke rumah!” Celetuk Estell terpaksa menyusul anak tirinya “ Ada apa Zayn?” Tanya Diana dengan wajah pucat di depan pintu “ Aahhh tidak apa- apa kok, dia hanya digigit semut , ayo kembali ke dalam!!” Zayn menuntun langkah Diana kembali keruangan tadi. Dalam hati pemuda itu berkata : “ Aku tidak akan mungkin mau kehilangan kamu tanpa atau ada alasan, aku benar benar menyayangimu “ Digenggamnya erat tangan Diana membuat gadis itu benar benar merasa dicintai, rasa yang seharusnya tidak dia rasakan. “ Ibu bukankah calon menantumu begitu cantik?” Zayn melirik Estell dengan tatapan tajam “ Ya, dia sangat cantik.” Gumam Estell terpaksa. Ia harus pura pura tersenyum di depan Zayn “ Ibuku sepertinya menyukaimu, sayang.” Senyum Zayn ramah Diana pun mengulas senyum bahagia. Tak ada yang ia pikirkan selain bayang bayang masa depan yang bahagia Sebaliknya, nenek Diana menangkap raut tak suka dari wajah Estell sejak pertama kali bertemu. Bahkan Estell sama sakali tidak menyentuh makanan atau minuman yang ia hidangkan. Seakan akan masakan mereka adalah sesuatu yang menjijikkan Ya Harusnya Diana menyadari kata hatinya ketika itu, perasaan seolah tak ada restu dan sambutan dalam keluarga sang idaman. Tapi inilah bukti cinta seorang wanita pada sosok yang akan menjadi pendampingnya “ Ketulusan yang buta “. Entah itu benar benar cinta yang tulus atau hati yang hanya menuntut kesempurnaan. Hanya ada hati yang begitu yakin pada rasa dan percaya pada janji dari kata kata manis orang pertama yang menghuni hatinya. Bagaimanapun, Diana adalah gadis yang polos, bagai kertas tanpa coretan tinta. Dan Zayn adalah nama pertama yang mengisi catatan dalam hidupnya. Entah ia adalah takdir yang memang sempurna, atau kesempurnaan yang menuntut derita -----***-----***----- “ Diana.” Sapa nenek saat melihat cucunya tampak begitu bahagia menatap cincin yang tadi Zayn sematkan di jarinya “ Iya nek? Lihatlah! Bukankah cincin ini begitu indah?” Senyum Diana senang Nenek duduk di samping Diana kemudian membelai rambut halus gadis itu lembut “ Ibumu dulu juga begitu bahagia saat ayahmu datang melamarnya. Tapi, kebahagiaan itu sirna setelah mereka hidup bersama. Ibumu terlalu tergesa gesa dan yang ia dapatkan hanya penderitaan.” Cerita sang nenek membuat Diana mengernyit “ Nek, Zayn tidak seperti ayah.” “ Dia persis seperti ayahmu dulu. Nenek hanya tidak ingin kau terluka nak, bukankah ini terlalu tergesa gesa. Kau masih terlalu muda. Kau adalah satu satunya harta yang nenek punya, nenek bisa mati jika melihatmu menangis karnanya.” Air mata nenek mengalir turun ke pipi tuanya Diana menyeka air mata itu kemudian memeluk neneknya erat “ Diana tahu, nenek sayang banget sama Diana. Tapi ini sudah saatnya nenek merelakan Diana untuk hidup bahagia. Zayn itu sangat baik nek, Diana sangat percaya padanya. Restui dan doakan Diana ya. Insyaallah Diana tidak akan bernasip sama seperti ibu.” Ucapnya lembut “ Nenek akan selalu mendoakanmu. Selalu sayang.” Tapi benarkah, impian Diana akan terwujud? Sementara itu... Di rumah megah Zayn, “ Dia tidak pantas masuk ke rumah ini! Gadis desa yang kotor dan kumuh! Kau boleh bermain main dengan siapapun Zayn abraham tapi tidak dengan gadis seperti itu. Mau ditaruh di mana mukaku jika semua orang tahu tentang latar belakang gak jelas gadis pantai itu! Kau pikir ini kisah telenovela hah? Kau pikir ini cerita novel? Bisa seenaknya kau memilih gadis manapun dan menikahinya? Bahkan berlian yang kau berikan tadi lebih mahal dari rumah reot miliknya!” Teriak Estell marah. Ia benar benar terlihat kecewa. Sementara Zayn hanya tersenyum santai “ Apa kau sudah merasa puas?” Estell mengernyit “ Kau pikir aku senang saat ayah membawamu ke dalam keluarga kami? w************n yang mengejar pria tua hanya demi hartanya!” “ ZAYN!” “ DIAM! Kau tidak berhak berteriak padaku! Usiamu denganku hanya berjarak 5 tahun saja. Kau pikir aku tidak tahu tujuanmu menikahi ayahku hmm? Jadi diam saja! Kau hanya ibu tiriku. Jika aku mau, aku bisa mengeluarkanmu dari rumah ini sekarang juga.” Tekan pemuda itu sinis. Wajah Estell memerah, ia terluka mendengar kata kata putra tirinya itu “ Aku hanya ingin yang terbaik untukmu! Apa jadinya jika ayahmu tahu semua ini? Dia tidak akan setuju.” Ucapnya gemetar “ Oh ya? Ayah sangat menyayangiku. Aku putra satu satunya keluarga ini! Pewaris keluarga ini. Jika ia tidak menerima Diana, aku bisa melakukan apapun padanya. Ingat Estell, aku bisa melakukan apapun dan sebaiknya kau mematuhi apa keinginanku! Jika kau masih mau hidup mewah. Setelah ayah meninggal, siapa yang menurutmu akan berkuasa di sini?” Senyum Zayn sinis kemudian mendekatkan wajahnya pada wajah Estell yang sudah merah padam menahan air mata “ Aku!” Ucapnya kemudian beranjak pergi Estell memejamkan matanya, jari jarinya mengepal erat. Kata kata Zayn sudah keterlaluan, tapi ia tidak bisa melakukan apapun. Hingga... “ Dia masih saja kasar tante?” Sapa seseorang yang tampak berdiri diambang pintu Estell segera menyeka air matanya melihat siapa yang datang “ Kau?” Senyumnya senang Pemuda itu, pemuda yang sama dengan sosok yang ditabrak Diana di pantai semalam. Ya, pemuda bermata biru yang sama. “ Haruskah aku bicara dengannya?” Senyumnya begitu tenang “ Masuklah nak! Ayo masuk! Zayn pasti akan mendengarkanmu.” Senyum Estell mempersilahkan Pemuda itupun melangkah masuk dengan santainya Seolah ia memang terbiasa di sana Siapa ia sebenarnya? Di kamarnya, Zayn tersenyum menatap potret Diana yang dicetak besar di dinding. “ Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, Diana.” Gumamnya berbinar binar “ Hanya beberapa hari lagi, kau akan berada di pelukanku.” Imbuhnya penuh hasrat Sebelum... “ Apa kau yakin kawan!” Celetuk sebuah suara dari ambang pintu. Terkadang, takdir diciptakan hanya untuk membuat takdir berikutnya terjadi... Ya, kehidupan memang sukar dijelaskan
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN