54. Gangguan

1561 Kata

Meisya ingin mengelak, namun Ando terlebih dahulu telah memeluk pinggangnya dan menariknya ke atas pangkuan pria itu. Segera setelahnya dia dapat merasakan penindasan yang dilakukan Ando dengan mempermainkan bibirnya hingga terasa kebas. "Mas, aku ngantuk." "Sebentar aja Sayang, Mas pengen." "Tapi kan ini masih siang." "Memangnya kenapa kalau siang?" Wajah Meisya memerah karena malu, Ando benar-benar bermuka tebal dan tidak mengerti pemikirannya. Meisya ingin turun dari pangkuan suaminya, namun Ando menahannya dengan erat membuat Meisya hanya bisa mencebikkan bibirnya kesal. Dia benar-benar mengantuk, namun pria itu tidak mau melepaskannya dan ingin mempermainkannya. "Nanti malam aja Sayang." "Apa? Kamu manggil Mas apa tadi, coba kamu ulangi lagi?" Meisya mengalihkan pandangannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN