Meisya terbangun dari tidurnya, dia merasa pegal di seluruh tubuhnya karena ulah Ando yang sangat brutal dalam mempermainkannya. Saat ini rupanya hari sudah beranjak sore, dia segera membangunkan suaminya untuk membersihkan diri dan menunaikan ibadah bersama sebelum Maghrib menjelang. "Mas, ayo bangun. Kita mandi wajib dulu yuk." Meisya mengguncang tubuh Ando beberapa kali untuk membangunkannya. Namun bukannya bangun, pria itu malah berbalik dan memeluknya dengan erat. "10 menit lagi Sayang." Meisya merasa geli, apa lagi Ando dengan sengaja mengendus-endus leher dan sekitar area dadanya yang tidak terhalang apa-apa. Benar saja, saat ini mereka berdua masih dalam kondisi tanpa sehelai benangpun. "Mas udah ih geli tahu. Aku mau mandi dulu keburu makin dingin ntar." Meski sekarang bar

