Ada sebuah senyum di wajahnya, Meisya menatap suaminya dengan mata yang juga ikut berkaca-kaca. Bagaimana dia bisa menolak saat melihat tatapan penuh harapan Ando yang seperti ini, jiwa keibuannya langsung terusik dan dia ingin sekali memeluk suaminya agar tidak menangis. ‘Aku ada di salah satu Rumah Sakit Kota Malang Mas. Mas masih mau datang ke sini?’ “Tidak peduli sejauh apapun kamu berada saat ini, Mas tetap akan datang menemui kamu. Mas bahkan merasa sangat tersiksa dan ketakutan saat kamu pergi tanpa pamit saat itu. Mas takut kamu kenapa-kenapa dan Mas takut kehilangan kamu. Berjanjilah kamu tidak akan pernah melakukan hal seperti ini lagi di masa depan atau Mas mungkin akan gila.” Ando tidak bisa lagi menahan gejolak emosi yang selama beberapa hari terakhir ini terus dia simpan se

