69. Mengidam Mangga Muda

1880 Kata

“Mas sudah membuatnya?” Meisya melebarkan kedua matanya, mencoba menelisik dari tatapan mata suaminya apakah yang baru saja dia katakana tadi benar atau tidak. “Berkasnya ada di dalam koper Mas, nanti akan Mas tunjukkan.” Ando tampak serius dalam setiap kata yang terucap dari bibirnya. Dia menatap Meisya dengan mata yang agak gelap dan juga jakun miliknya bergulir naik turun dengan seksi. “Bagaimana Mas bisa membuatnya begitu saja? Kapan Mas membuatnya?” Meisya masih belum bisa mempercayainya, dia menatap lekat wajah tampan suaminya yang mana bulu kumis dan janggutnya telah tercukur dengan bersih. Membuat rahang tegasnya tampak menarik dan Meisya perlahan memegang rahang suaminya dengan tangan halusnya. Ando menikmati bagaimana tangan halus istrinya tengah memanjakan rahangnya. Ujung bi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN