Dering telepon terus menggema di atas nakas samping brankar miliknya. Namun Rena sama sekali tidak berniat untuk mengangkat panggilan telepon tersebut setelah mengetahui siapa yang tengah menelponnya saat ini. Rena bahkan memandang kontak panggilan yang tengah berdering tersebut dengan jijik selama beberapa saat. Ingin sekali dia membanting ponsel miliknya hingga hancur berantakan jika dia tidak bisa menekan amarah dalam dirinya. Rasa tertekan yang selalu membayanginya, membuatnya hingga berbuat sejauh ini. Semua yang terjadi padanya disebabkan oleh pria itu. Dan kini saat dia sengaja menghilang untuk memenuhi undangan ke ruang sidang. Dia tidak akan melepaskannya semudah itu. Tidak dengan dia yang telah disingkirkan tanpa mendapatkan manfaat apapun. "Aku membencimu Mas. Ini semua salahm

