"Mas, ini sarapannya." Meisya meletakkan sepiring nasi goreng di depan Ando, juga menyiapkan untuk anak-anak. "Hmm." Ando hanya bergumam pelan, pasalnya Meisya begitu bangun tidur langsung sibuk di dapur dan tidak membangunkannya. Atau mengatakan apapun mengenai semalam yang telah membuatnya frustrasi bukan main. 'Kenapa dia begitu santai? Tidakkah dia merasa harus membujuk suaminya yang sedang marah?' "Makan yang banyak ya Sayang, bentar lagi Mama anterin ke sekolah. Oh iya, Mika mau bawa bekal ke sekolah apa enggak?" "Enggak Ma, Mika makan sepulang sekolah aja." "Oke Sayang." Setelah makan Meisya bergegas membawa piring kotor ke tempat cuci piring. Ando juga membantu membawa piring kotor karena tidak tega hanya duduk diam saja tanpa melakukan apapun. "Biar aku aja, kan aku lagi n

