Tidak terasa sudah satu minggu Ando ada di sini menemaninya. Pria itu sangat pengertian dan menunggunya melakukan apapun yang dia mau dan selalu menuruti keinginan mengidamnya. Meisya saat ini tengah menggandeng lengan pria itu dan merasa tidak rela untuk melepaskannya kembali ke ibu kota. “Kenapa hm, nggak rela ya kalau Mas tinggal balik?” Meisya menganggukkan kepalanya. Dia menyesal karena mengambil tempat yang jauh dari ibu kota, meski Ando sendiri sebenarnya tidak merasa keberatan jika harus bolak-balik tiap weekend untuk menemui Meisya. Namun Meisya sendiri yang merasa tidak nyaman dan dia tahu pasti akan sangat lelah jika harus bolak-balik tiap minggu untuk menemuinya. “Pokoknya malam ini Mas bakal jadi gulingku.” “Bukannya tiap malam selama di sini Mas selalu menjadi guling kamu?

