71. Tak Tahu Malu

1764 Kata

Meisya saat ini tengah mencuci tangannya yang terasa kebas dan agak kemerahan. Dia juga harus mengganti bajunya yang kotor karena ulah suaminya. Ando ikut masuk ke kamar mandi dan membantu istrinya untuk mencuci tangan. Dia menatap Meisya dengan sorot mata meminta maaf saat melihat bahwa telapak tangan istrinya memerah karena ulahnya. "Maaf Sayang." Meisya hanya bisa menghela napas, dia lalu melanjutkan dengan mencuci muka dan menggosok gigi. Mengabaikan Ando yang masih berdiri di belakangnya. Ando memeluk pinggang ramping istrinya dari belakang. Menyandarkan kepalanya pada pundak istrinya yang terlihat ringkih namun terasa nyaman untuk dia jadikan sandaran. Apa lagi aroma tubuh dan shampo Meisya yang terasa lembut dan menyenangkan untuk diendus. "Sayang, jangan ngambek gitu dong. Kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN