"Sudah baikan, Ken?" Mona datang ke kamar Kenny, membawakan putranya secanggih teh hangat dan biskuit. Kenny terlihat sudah rapi dengan pakaian kerja, menatut diri di depan cermin. "Ada yang mau Mami bicarakan sebentar aja. Mami pikir kamu udah siap dengan pembicaraan ini." Kenny menautkan alis, menatap Mona bingung dan penuh curiga. "Kalau soal Mami nggak suka Fara, aku udah hafal. Nggak perlu diulang-ulang terus dong, Mami. Aku yang denger juga bosen. Gara-gara sikap Mami kemarin, Fara jadi kapok ke sini. Kami berantem hebat, dia merajuk sampai nggak mau ngomong. Aku tambah sakit kepala." Memutar bola matanya jengah. Andai tidak memiliki kewajiban di kantor, Kenny akan mengambil libur lebih panjang. Belakangan ini masalahnya datang bertubi-tubi. Belum selesai satu, yang lain muncul lagi

