22. Terhalang Restu

3158 Kata

"Ngapain subuh-subuh ke sini? Kamu mabuk?" Calandra membelalak saat mengetahui jika Kenny-lah yang mengetuk pintu kontrakannya, menarik dia langsung ke dalam. Takut jika ada tetangga yang melihat aksi pria itu, Calandra tidak ingin semua orang berpikiran buruk padanya. "Kalau mau jemput Aluna, nanti pagi aja. Dia juga masih tidur!" Kenny memijat pangkal hidung, dia emang sedikit mabuk. Alkohol mulai menjalar merenggut sebagian akal sehat. "Numpang tidur dulu, Cala." Melangkah menuju kamar Calandra, melepaskan sepatunya asal. "Kesayangan Papa!" Mengecup pipi Aluna, sebelum ikut memejamkan mata. Helaan napasnya terdengar berat dan panjang. Calandra berusaha menarik Kenny, memaksa pria itu keluar dari kamar pribadinya. Gawat kalau sampai Cilla bangun dan mendengar keributan mereka. "Ken, b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN