"Lepasin, Kak!" Nurin melototkan matanya ketika Ericko mehadang, sekarang cowok itu mencekal pergelangan tangannya. Nurin baru saja latihan badminton, sementara Ericko terlihat habis melakukan futsal bersama teman-temannya. Nurin menunggu Alby dari toilet, mereka akan pulang bareng. Ericko tersenyum jahat, dia menarik paksa Nurin untuk masuk ke ruang ganti pakaian. Mendorong hingga Nurin hampir terjerembap. Cowok itu lebih dulu menutup mulut Nurin hingga dia tak sempat berteriak. Nurin berusaha keluar dari sana, mendorong dan memukul-mukul Ericko sekuat tenaga. "Lepasin!" Nurin melototkan matanya tajam, memasang ekspresi penuh permusuhan. "Sayang, Irin?" panggil Alby menggema. Nurin ingin menyahut, tapi Ericko masih begitu erat membekap mulutnya. "Lepasin!" Nurin kalang kabut, dia ham

