The Farewell | 48

1425 Kata

"Kak Irin!" seru si kembar kompak menyapa Nurin. Keduanya berebutan ingin menyapa Nurin, mengeluarkan masing-masing kepala dari kaca mobil. Nurin melambaikan tangannya, mengusap puncak kepala kedua anak itu gemas. "Masuk lagi, Sayang. Kita berangkat bareng." "Kak Irin duduk di belakang bareng kita kan?" Husein menepuk jok belakang, di sampingnya dan di samping Hasan. "Iya, Sayang." Lalu memposisikan diri di tengah-tengah si kembar. Alby hanya melirik dari spion tengah, menghela napas pasrah setiap kali melihat kelakuan kedua adiknya menguasai Nurin. "Gantengnya kalian, tadi sudah izin belum sama Mama mau jalan-jalan?" Si kembar mengangguk mantap. "Udah, Kak Irin. Kata Mama nggak pa-pa ikut Abang, nanti Kak Irin yang jagain juga. Kita berdua senang karena ketemu Kakak. Jadi semangat ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN