Setelah menjalani hari-hari berat untuknya, Nurin dituntut kewajiban untuk kembali masuk sekolah. Sudah cukup dia mengambil waktu libur berkabung selama tiga hari. Tentu saja dalam keadaan amat sangat berbeda. Ketika biasanya setiap pagi Bu Abraham akan mengecek Nurin--apakah sudah bangun atau belum, membuatkan sarapan kesukaan Nurin, dan diselingi candaan ala wanita itu untuk menggoda Nurin yang selalu nampak malu-malu, apalagi jika berurusan dengan Alby. Tapi, kali ini hilang tanpa tersisa. Tinggal jejak kenangan yang begitu membekas, sayangnya sudah tak bisa diulang untuk selamanya. Ada banyak sekali kejadian manis yang mereka lewati, saling memberikan pengertian dan perhatian satu sama lain. Teringat dulu, Nurin pasti akan selalu berlari kepada Bu Abraham ketika mendapat masalah atau

