Saat sedang makan siang berdua dengan Alby di sebuah tempat makan, ponsel cowok itu terus berdering. Mungkin karena Alby tidak nyaman dengan Nurin, jadilah dia membiarkan saja tanpa berniat mau mengangkatnya. "Kak angkat aja. Siapa tahu penting kan?" Nurin tersenyum tipis. Dia selalu berusaha berpikir yang baik-baiknya saja. Tidak ingin berpikiran yang macam-macan, apalagi nengingat Alby begitu menyayanginya. "Aku nggak pa-pa, angkat aja." Mengangguk meyakinkan. Lantas kembali melanjutkan makannya. Alby sedikit menjauh dari Nurin, yang meneleponnya sejak tadi ialah Alana. Sebenarnya Alby tidak ingin mengangkatnya, takut Nurin tahu dan kembali kecewa. Nyatanya ... tidak bisa juga. Alby mengusap rambutnya kasar, selalu diperdaya oleh rasa kasihannya. Apalagi ketika mengingat Alana sebatan

