Hari kedua William berada di Singapura, dan sudah selama itu pula dia menemani Cecil menghabiskan waktu dengan shopping dan berwisata ke tempat wisata yang ada disana. Layaknya sepasang kekasih yang tengah dimabuk asmara, Cecil tidak melepaskan gandengannya pada pria itu. Sepertinya dia sangat menikmati waktu bersama William. "Wil, seharusnya tuh kamu menikah sama aku. Lupa ya...dulu waktu kuliah kita diberik julukan sweet couple." ucap Cecil dengan manja. Kini mereka tengah duduk beristirahat di sebuah coffee shop setelah habis mengunjungi beberapa mall yang letaknya saling berdekatan. "Ah..itu dulu, cerita lama" jawab William lalu menyesap kopi hitam dari cangkirnya. Cecil tidak menggubris kalimat yang baru diucapkan pria itu, "Hmm...waktu kita masih lama. Dan...lihat saja nanti, kamu

