#51 Kenyataan Pahit

1162 Kata

Bagi Leo, kedatangan mamanya untuk menemani Aurel sangat berarti. Semenjak terapi dimulai hingga hari ini, adiknya hanya bicara seperlunya. Tidak ada lagi Aurel yang ceriwis dan bawel, wanita itu bagaikan patung hidup. Diam dan kaku, tetapi bernapas. "Rel, hari ini mama datang loh" ucap Leo dengan senyum lebar, dia berharap berita menggembirakan tersebut dapat sedikit merubah suasana hati Aurel. "Ya, aku tahu ka" jawab adiknya singkat. Leo menghela napas, memang berat cobaan yang harus dilewati. Sudah sejak semalam dunia adiknya kembali gelap. "Yang tabah yah Rel...hari ini Dokter akan memeriksa kondisi matamu. Berharap saja kegelapan itu hanya sementara." hibur Leo. Tidak ada jawaban dari bibir adiknya, kedua kelopak matanya tertutup seakan ingin berkata "Aku ingin beristirahat"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN