Hasrat terpuaskan setelah mereka mencapai puncak asmara. Napas memburu saling berebut dan berlomba menghirup oksigen sebanyak banyaknya. Senyum bahagia mengembang dari wajah Cecil, namun tidak dengan William. Walaupun pelepasan yang baru saja direguk itu sempat membuat dirinya seakan terbang ke langit ketujuh, namun tidaklah bertahan lama. Setelah itu dirinya kembali diliputi perasaan bersalah karena telah mengkhianati Aurel. "Huh...dia toh sudah menduakanku dengan masih memikirkan Lintang. Atau jangan jangan ketika kami b******a dia teringat dengan pria itu?" pikirannya sudah termakan rasa cemburu sehingga mencari alasan untuk membenarkan apa yang telah diperbuatnya malam ini. Tetapi, terlepas dari kemarahan dan kecemburuannya, William tahu bahwa dia telah masuk dalam perangkap dan bertek

