Anaya dan Ryan menyusuri taman makam nasional dimana Riko di makamkan. Kalo mengingat Riko tidak akan habis habisnya air mata Anaya. Cinta pertamanya telah pergi meninggalkan dirinya beberapa tahun yang lalu kenangan manis masih saja terasa. Anaya tak lupa menyapa pak mamMamatat yang sudah lama tak ia temui belakangan ini karna dirinya sibuk. "Pak Mamat. Apa kabar!" sapa Anaya sedikit berteriak. Pak mamat yang mendengar teriakan Anaya pun menghampiri Anaya yang sedang bersama Ryan. "Eh non Naya. Udah lama ngga kesini ya. Kabar bapak selalu baik." "Mobil Naya bapak pakai buat apaan?" Ingatkan mobil yang pernah Anaya kasi ke pak Mamat. "Oh, bapak jual non harganya juga cukup mahal. Uangnya bapak kasi ke panti asuhan yang lebih membutuhkan." Anaya benar benar takjub dengan sika

