Plak! Satu buku dipukulkan ke tangan Anira yang sebelumnya sangat fokus menerima cerita adiknya. Anira mengaduh sakit, "Aduh! Sakit ih, apaan sih kok jadi dipukul pake buku?" "Ya abis itu mulut asal banget kalau ngomong." Nadira juga berharap seperti itu, namun ia enggan memanjakan harapan itu. "Halah, pokoknya yaudah lanjutin deh." Anira tidak memperdulikan penjelasan lain, ia hanya ingin tahu kelanjutan cerita Nadira. Nadira membenarkan posisi nya, sebelum menyelesaikan cerita nya. "Dia ngajak ketemu malam minggu, tapi aku tolak. Aku sedang sibuk mempersiapkan Ujian Nasional." Anira mengacak rambutnya frustasi, "Nad, kamu tuh sengaja ngelewatin kesempatan apa ga ngerti sih? Siapa tau dia ngajak balikan." Nadira terkekeh, "Bentar dulu, belum beres." Ia memberi jeda, dengan menegu

