Kembalilah Padaku, Rindu

1472 Kata

Udara di tengah gerimis kali ini terasa lebih dingin. Rintik hujan lebih lebat dan gelap. Berkali shaka membuang tatap dari arah jendela kamarnya yang dibiarkan terbuka. Matanya lepas memandang langit yang berselimut awan. Gelap, sunyi dan sepi seperti rasanya saat ini. Tiga bulan sudah harinya berlalu nyaris tanpa warna. Hampa, adalah kata yang begitu akrab akhir-akhir ini. Bukan karena pernikahannya dengan Meri telah batal, dan harus melewati drama panjang yang berliku. Melainkan ada sudut jiwanya yang terasa kosong karena kepergian seseorang yang dulu terasa tanpa makna. Ada rindu yang terus menggema di sudut hatinya kian terasa sunyi. Athirah, entah mengapa, nama itu begitu kuat menggores relung jiwanya. Nama perempuan yang sekian tahun tak berhasil membuatnya rindu, justru kini had

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN