Mata, Athira yang sembab terpaku pada sosok tubuh kukuh yang kini berdiri tegak di hadapannya. Antara kaget dan tidak menduga kalau pria yang baru saja dipanggil putrinya dengan mata berkaca itu kini kembali di hadapannya dengan senyum dan mata penuh rindu. Wajah Shaka begitu lembut, dengan senyum manis yang hinggap di wajah mungil putrinya. Sikap seorang ayah penyayang yang entah sejak kapan hilang dan musnah di telan kerasnya badai penghianatan. "Mas, kamu... Kamu kembali? " Athira bergumam pelan. Hatinya berkata bahwa ini pasti mimpi. Bagaimana mungkin Shaka hadir, sementara Athira tahu ini adalah moment penting dalam hidup pria itu, karena sedang membicarakan hal serius mengenai pernikahan mewah yang akan digelar dalam waktu dekat dengan wanita yang konon luar biasa dan istimewa. "A

