"Kamu..., berani kamu bersikap kasar pada putriku?" Mama Meri marah besar. Apalagi menyaksikan sikap Shaka yang bukannya menenangkan Meri yang tersedu, malah bersiap pergi keluar menuju mobilnya yang terparkir. "Mau kemana kamu?" Meri menarik tangan calon suaminya. "Aku pergi. Aku jengah dengan sikapmu." Shaka yang merasa kesal karena dari pagi Meri terus bertingkah memuakkan, memilih menghindar "Tidak bisa. Kamu harus minta maaf dulu sama putriku, kamu telah mendorongnya dengan kasar." Mama Meri melotot, tubuhnya maju menghalangi langkah Shalat. Perempuan ber-make up tebal itu, terlihat sangat tersinggung dengan sikap Shaka yang dianggapnya meremehkan putrinya yang cantik jelita dan terkenal itu. Mama Meri geram. Perempuan tidak terima , ada pria yang membuat putrinya di perlakukan

