Pergilah Cinta

1587 Kata

Haifa berdebar. Sungguh dia tidak menduga kalau harus berputar-putar sampai larut malam hanya untuk menemani atasannya. "Pak, katanya kita akan berangkat bersama Bang Iwan dan Mbak Yuyun, kenapa saya sendiri yang berangkat menemani Bapak." Haifa tampak gelisah, menyadari dua rekannya tak kunjung di jemput seperti janji Reno. Padahal jelas Bang Iwan dan Mbak Yuyun adalah senior di perusahaan, mereka akan sangat membantu menghadapi customer baru dibanding dirinya yang baru dan masih awam. "Lupakan Iwan dan Yuyun. Aku mau membawamu ke suatu tempat di mana hanya kita berdua yang tahu." Reno tersenyum pelan, mata elangnya menatap jalanan. "Kok?" Haifa mengerutkan kening. Mendadak gelisah, perasaannya tidak nyaman. Sebetulnya sejak pertama bekerja, Haifa sudah merasakan hal yang aneh. M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN