Mata Haifa sudah banjir dengan air mata. Tangannya gemetar menahan tubuh Yudha yang ambruk menindih tubuhnya. Aksi nekad Yudha membuat Haifa lolos dari terjangan peluru Reno, tapi kini dia yang terluka. Beruntung peluru menembus pahanya bukan dadanya, tapi urung Yudha terlihat meringis dan memucat. Darah mulai membasahi kakinya. Reno tertawa terbahak-bahak. "Dengan kaki yang terluka seperti itu, kau mau lari kemana? Haha." Yudha tidak menjawab. Tangannya berusaha memegangi luka agar darah tidak banyak keluar. "Mas, tidak apa-apa?" tanya Haifa terisak. "Tidak apa-apa, Fa. Mengapa belum pergi?" Mata Yudha mulai basah. Rupanya dia merasakan sakit yang luar biasa di kakinya. "Aku tidak akan pergi meninggalkanmu," bisik Haifa. "Aku akan mengacaukan konsentrasi para b******n itu, jika m

