Aku Juga Rindu....

1604 Kata

"Kaget, Jeng Meri? " Surti yang duluan tertawa. Perutnya yang mulai berisi tak menghalanginya untuk tertawa cekikikan, melihat ekspresi kesal wajah Meri. "Kalian, ngapain ada di sini, hah? Dasar kuman, kemanapun gue pergi, kalian itu ada saja. Brengsek." Meri membentak. Matanya tampak melotot ke arah dua perempuan paling dibencinya dunia akhirat. "Kita ngapain?" Surti kembali tertawa. "Kamu gak lihat plang dokter kandungan tak jauh dari sini? Asal kau tahu, aku habis periksa hamil." Surti tersenyum lebar seolah tanpa beban, membuat Meri makin dongkol. "Kamu juga ngapain turun di sini, mau periksa, hamil juga? Hey, nikah mu itu masih beberapa waktu ke depan. Jangan sampai kau ngaku hamidun, ya. Gue yakin meski Shaka berselingkuh denganmu dia, gak akan pernah menyentuhmu. " Surti tak men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN