Haifa mejamkan matanya saat dokter yang menanganinya keluar dari ruangan perawatan tempat dia sekarang berbaring. Ada air mata yang meleleh yang keluar paksa dari matanya. Ada raut cemas dan harap yang bercampur menjadi satu. Rasa yang terus silih berganti semenjak dirinya terjengkang dan pendarahan di rumah sampai masuk UGD dan kini di ruang perawatan. "Jangan menangis, Sayang. Bukankah menurut dokter, hasil USG menunjukan bayimu masih dalam keadaan baik. Kau hanya perlu istirahat. Jangan cemas," bisik Yudha lirih. Berulangkali membelai lembut kepala Haifa yang terlihat sedikit shock saat mengetahui dirinya pendarahan. "Sayang, semangat. Beruntung kamu segera ditangani dokter." Yudha terus membisikan kalimat yang membesarkan hati istrinya. "Mas." Mata Haifa perlahan terbuka. "Aku tid

