"Meri?" Ibu yang baru muncul dan tidak menyaksikan huru-hara antara Raka dan Meri terlihat sangat terkejut mendapat Meri yang tertatih menuju pintu. Wajah Ibu tampak masih berkeringat, setelah membersihkan halam.yang cukup luas membuatnya merasa cukup Bermandi keringat. "Raka? Ya Allah...bagaimana aku tidak melihatmu? Belum sempat Meri menjawab , Ibu terpekik mendapati kehadiran putranya. Bergegas mendekati Raka dan memberondong dengan pertanyaan. "Katanya, dua hari lagi baru sampai, Nak?" Tanya Ibu mengingat kedatangan Raka yang dia tahu adalah dua hari ke depan. Raka tak menyahut, menghambur ke pelukan Ibu. Menumpahkan segala sakit atas penghianatan Meri. "Kenapa dengan Meri?" Ibu yang seperti merasakan kegelishan putranya bertanya lirih. Dilihatnya Meri yang berjalan gontai men

