"Hah, apa katamu?" Meri yang kali ini datang tidak bersama Shila meradang. Mukanya basah efek mencuci muka karena matanya terkena cipratan sambel yang tersenggol sama Erika. Bulu matanya lepas entah kemana, pun make up licin dan gincu menyala yang hanyut terbawa air kran. Meri terlihat pucat dan tak menarik lagi. "Kamu ngomong apa Haifa?" Meri kembali membentak, tatapannya terlihat menakutkan. Tatapan seorang maling yang tertangkap basah. Nekad dan mengerikan. "Aku punya bukti semua perselingkuhanmu, selama Mas Raka pergi ke Amerika." Haifa menjawab tenang. "Aku baru tahu, kau ternyata bukan hanya angkuh, kau juga b***t, Meri." Haifa melanjutkan. "Kau kesepian kan? Hingga kau memiliki seorang kekasih di luar sana?" "Tutup mulutmu." Meri menggeram. Kali ini Erika terpaku. "Kamu pik

