Haifa mengibaskan hijabnya yang tertiup angin yang berhembus menerobos dari celah jendela kamar ruang rawat inap VIP tempat suaminya sekarang berada. Berada di lantai dua dengan ruangan yang cukup luas dan sejuk, ruangan rawat inap ini cukup nyaman untuk merawat pasien. Selain ada sebuah Hospital bed , di sudut kamar terdapat sebuah lemari dan kulkas kecil juga satu buah sofa untuk penunggu pasien duduk. "Mas, jam makan malam." Haifa menatap ke arah Yudha yang jauh terlihat lebih segar. Wajah tampannya tampak lebih tegas di bawah pantulan lampu di atas tempat tidurnya. Yudha mengangguk. Membiarkan Haifa mendekatinya. "Fa," panggilnya perlahan. "Iya, Mas." "Rio dan Bram sudah pulang?" "Mereka menunggu di luar." Haifa membetulkan selimut suaminya. Yudha meringis. "Pelan-pelan, Say

