“KENAPA Pak Sergio nggak izinin saya pulang?” protes Jeha setelah Sergio menyuruhnya tetap tinggal di apartemennya. Sergio sudah berpakaian rapi, ia mengambil tas kerjanya kemudian menjawab, “Kunci rumah kamu kan ketinggalan di villa, kalau kamu pulang mau masuk ke rumah pakai apa?” Jeha menggaruk tengkuk sambil bergumam, “Iya juga sih.” Jeha membenarkan ucapan Sergio, tapi lagi-lagi menyangkal, “tapikan saya bisa tinggal di rumahnya Rossa aja. Dari pada di apartemen Pak Sergio, nanti saya ngerepotin di sini.” Jeha sangat keras kepala, Sergio sampai gemas padanya. “Saya harus bekerja sekarang, saya tidak bisa membiarkan kamu pergi ke rumah Rossa sendirian. Bisa saja kan di jalan tiba-tiba kamu bertemu dengan Aldi dan saya tidak ingin kejadian yang kemarin terulang,” tutur Sergio. Keped

