“AKU menyukainya.” Jeha menahan napas ketika jawaban yang keluar dari bibir Santika tak sesuai harapannya. Kemudian Santika meneruskan, “Tapi hanya sebagai sahabat.” Di detik yang sama itu pula Jeha dapat bernapas lega. “Jadi kak Tika nggak suka Mas Ser?” Jeha bertanya memastikan lagi, sorot matanya yang bahagia tertangkap oleh Santika yang dapat dengan jelas menebak perasaannya. “Aku menyukainya sebagai sahabat karena aku tahu…, ada orang lain yang jauh lebih menyukainya sebagai seorang pria,” jawab Santika disertai senyum tulus. Jeha termangu, tidak mengerti maksud perkataan Santika. Jeha coba menelaah perkataannya pelan-pelan, namun konsentrasinya buyar ketika Sergio mendatangi mereka dengan raut masam. “Kalian sedang membicarakan aku ya?” Perhatian Jeha dan Santika berubah ke arah

