54 |SEPI SUNYI

1109 Kata

“JEHA.” Harapan Jeha meluruh seketika orang yang muncul dibalik pintu apartemen bukanlah Sergio melainkan kakaknya yaitu Dergio. “Kenapa kamu ada di sini? Bukankah seharusnya kamu dirawat di rumah sakit?” tanya Dergio. “Dokter sudah mengizinkanku pulang.” Jeha menjawab dengan suara gemetar tanpa memandang Dergio. Kepalanya menunduk sehingga membuat rambutnya jatuh menutupi wajah kecewanya yang tengah menahan tangis. Mendengar nada getir dari ucapan gadis itu membuat Dergio mengetahui bahwa gadis di depannya tidak baik-baik saja. “Ayo masuk, kita bicara di dalam.” Dergio menuntun Jeha masuk ke dalam apartemen Sergio, membawanya ke ruang tamu dan duduk di sofa. “Apa Mas Ser tidak akan pernah pulang?” Jeha mendongak memperlihatkan wajah sembabnya pada Dergio yang tertegun melihatnya. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN