Akibat insiden itu, Ayla menjadi trauma dan demam 3 hari. Ayla juga suka menggigau sedang tertidur akhir-akhir ini. Oleh sebab itu, Alyo tak tega meninggalkan Ayla.
"Ay, makan dulu yuk," suruh Alyo menyuapkan satu sendok bubur ayam kepada Ayla.
"Gamau," tolak Ayla menutup mulutnya.
"Ayo dong, sedikit aja nih," ucap Alyo membujuk gadis itu.
"Gak mauu," tolak Ayla lagi menggelengkan kepalanya.
"Terus maunya apa?" tanya Alyo pada akhirnya.
"Mau jalan-jalan," jawab Ayla.
"Ha? Jalan-jalan?"
"Iya, Ayla pengen liburan," rengek Ayla.
"Ehm yaudah liburan semester kita pergi liburan."
"Seriussan kak?" tanya Ayla sumringah, bibirnya mengembangkan senyuman.
"Iya, tapi abisin dulu makanannya, kalau lo masih sakit gak bisa liburan," ancam Alyo.
Ayla berangsut lalu langsung memeluk Alyo, "makasih ya, Kak!"
"Iya sama-sama."
"Yey, jadi gak sabar," ucap Ayla senang.
"Makanya makan dulu yang banyak biar cepat sembuh."
"Oke."
Alyo menyuapkan bubur itu yang langsung diterima oleh Ayla dengan lahap, Ayla memakan bubur itu sampai habis tak tersisa.
"Yaudah, gue mau letakkin mangkoknya dulu ke dapur," ucap Alyo setelah Ayla selesai makan.
Ayla memperhatikan Alyo yang keluar dari kamar Ayla, ia tersenyum senang, kakaknya itu sangat perhatian sekali dengannya, jarang-jarang dapat kakak seperti Alyo.
Ayla menghembuskan nafas gusar, semakin ia ingin melupakan Alyo, malah mereka jadi semakin dekat.
Ayla tersenyum senang lalu matanya menatap kalender di atas mejanya dengan pandangan penuh arti.
***
"Kak, Ayla udah sembuh, Ayla pengen pergi main sama Kina," ucap Ayla merengek kepada Alyo agar pria itu mengizinkannya.
"Pulangnya jangan kemaleman," pesan Alyo, Ayla langsung tersenyum sumringah.
"Siapp boss!" ucap Ayla memberi hormat kepada Alyo. Pria itu mengacak-ngacak rambut Ayla seperti biasanya.
"Ayla siap-siap dulu," ucap Ayla bersemangat melangkah masuk ke kamarnya.
Alyo tersenyum, jika melihat Ayla bahagia ia juga ikut bahagia.
Tak lama kemudian, Ayla keluar dari kamarnya, Ayla hanya memakai baju santainya, lalu gadis itu berpamitan dengan kakaknya.
Ayla melangkah keluar rumah menuju rumah Kina, gadis itu sudah tak takut ke rumah sahabatnya itu, karena anjing Om Alan sudah dibuatkan kandang khusus karena banyak tetangga yang protes, mereka takut dengan anjing besar itu.
Tak lama kemudian Kina keluar dari kamarnya lalu mereka berdua pergi bersama motor Kina.
***
Sudah pukul 21.00 WIB. Hari sudah mulai larut malam, namun Ayla tak kunjung pulang, Alyo yang khawatir langsung menelpon adiknya itu, Alyo tak mau kejadian itu terulang kembali.
"Hallo," jawab Ayla setelah mengangkat telpon Alyo.
"Hallo, Lo kenapa belom balik?"
"Eum Kak, lo jemput gue dong," suruh Ayla.
What what Ayla belum pulang, dan dia minta jemput? Kemana Kina?
"Lo kenapa gak pulang bareng Kina, emang dia kemana?"
"Enggak, dia udah pulang duluan karena kucingnya melahirkan," jawab Ayla yang membuat Alyo melototkan matanya.
"Serius aja dong, Ay"
"Iya gue serius kak, tadi Kina bilang pembantunya nelpon katanya kucing dia mau melahirkan tetapi rada-rada kesusahan gitu, makanya Kina buru-buru pulang takut nanti kucingnya pendarahan eh gue ketinggalan karena emang gue lagi pergi ke toilet, setelah sampai rumah baru deh Kina ingat gue masih di sini dan dia nelpon gue," jelas Ayla.
What what alasan macam apa ituu? Emang apa pentingnya sih tu kucing sampe dia ninggalin adek gue sendirian, bodo amat sama tuh kucing mau lahiran kek, sunatan kek, khinatan kek! Kesal Alyo dalam hati.
"Lo sekarang dimana?"
"Di Taman dekat perempatan itu kak"
"Yaudah lo tunggu aja di situ jangan kemana mana tunggu aja di situ sampe gw datang!"
"Iya thanks ya kak"
Tuttt..tuttt
Alyo langsung meraih kunci mobilnya dan mengunci pintu rumahnya, karena mama dan papanya tadi pergi berkencan belum balik juga.
***
"Mana nih si Ayla?" tanya Alyo mengedarkan pandangannya menatap ke sekeliling taman.
Apa jangan-jangan?
"Ddoorrr!"
"Eh Monyet... saudara lutung... anak Kera... cucu gorila," ucap Alyo kemana mana karna saking kagetnya.
"Hahahaha," dasaar adek durhaka lo Ay, kesal Alyo dalam hatinya.
"Untung jantung gue gak copot," kata Alyo datar.
"Lo kelamaan datangnya, lumutan tau gak gue nunggu lo," ucap Ayla santai.
Wah parah udah baik Alyo datang, daripada enggak?
"Untung gue datang, kalau enggak gimana? Lo mau pulang jalan kaki?"
"Eeh eh iya deh iya mangap," kata Ayla
"Maaf bukan mangap," sanggah Alyo.
"Halah sama aja."
"Terserah lo dehh, yok masuk ke mobil keburu gue tinggalin lo," ancam Alyo. Ayla buru-buru masuk ke mobil Alyo dan pria itu langsung menjalankan mobilnya
"Kak, kita cari makan dulu yukk!" ajak Ayla, tumben-tumbenan Ayla mengajak Alyo makan jam segini, biasanya ia anti makan malam karena alasan lagi diet.
"Lo belum makan?"
"Emm mm e ud-ah tapi Ayla lapar lagi iyaa lapar lagi kak," kata Ayla ragu-ragu.
"Iya udah sih, lo kaya sama siapa aja."
"Ta-tapi Ayla maunya kita ke cafe Jaya Timur ya Kak," ucap Ayla santai yang membuat mata Alyo terbelalak tak percaya.
Bisa-bisanya Ayla ngajak ke cafe itu, jarak dari sini sangat jauh kurang lebih 1 jam ke sana.
"Ay lo becanda? Jarak cafe itu dari sini tuhh jauhh banget."
"Ya soalnya makanannya enak-enak di sana kak, aaa ayo dong," paksa Ayla sambil merengek. Ayla menarik-narik lengan Alyo dan sepertinya akan menangis jika Alyo tak menuruti, tahu saja Alyo tak suka melihatnya menangis.
Dengan pasrah, akhirnya Alyo menuruti saja keinginan adiknya itu.
***
1 jam kemudian...
Saat sudah sampai di cafe, Ayla langsung menari-narik tangan Alyo tergesa gesaa, nih cafe kagak bakalan tutup kali, yang jadi masalahnya bukan ituu, tapi gur ditarik-tarik kayak kambing conge! Kesal Alyo dalam hati.
"Lo mau pesen apa kak?"
"Eemm samain sama lo aja."
"Yaudah, guepesenin dulu yah."
"Hmm."
"Kak katanya makananya datang 45 menit lagi, soalnya rame!" ucap Ayla santai, mata Alyo tebelalak kaget lalu pria itu mengedarkan pandangannya ke penjuru cafe, tidak terlalu rame pengunjung, bahkan banyak yang berangsut pulang.
"Lama amat Ay, cari Cafe yang lain aja yuk."
"Enakk aja, kita udah capek capek ke sini, truss pulang gitu aja."
"Lo mah ada-ada aja, kan banyak Cafe yang lain."
"Terserah lo deh Kak, kalau lo mau balik, yaudah balik aja sono, biar gue nanti pulang sendiri bodo amat banyak preman," ucap Ayla ngambek.
"Yadeh maaf maaf," pasrah Alyo.
***
Mata Alyo sudah remang-remang rasa kantuknya sudah menyerang.
"Ay, nih cafe kayaknya udah mau tutup deh," kata Alyo namun tak ada jawaban. Alyo melirik ke sampingnya ternyata Ayla sudah terlelap.
Alyo langsung memeluk badan adiknya itu ke sampingnya, menyandarkan kepala Ayla ke bahunya.
Alyo mengusap-ngusap pipi Ayla untuk membangunkannya tapi, gadis itu malah semakin tertidur nyenyak.
"Ayla," panggil Alyo sambil menggoyangkan badan Ayla pelan.
"Eemm, apa sih kak? Ayla ngantuk," gumam Ayla dan kembali tidur.
"Bangunn dong udah jam 11 malam lo Ay, lo gak mau balik?"
"Ha? Jam 11 malam? Pesanannya udah datang belom?"
"Dari tadi tuh pelayan kagak ada yang ke sini, mendingan kita balik aja yuk, ntar makan di rumah aja."
"Iya deh iya."
Alyo langsung menggandengan tangan Ayla keluar dari Cafe, lalu mereka menuju parkiran. Tiba-tiba gadis itu memberhentikan langkahnya.
"Kak lo masuk duluan aja ke mobil, gue mauu ke toilet bentar," ucap Ayla.
"Loh ngapain Ay? Kenapa gak daritadi, kenapa malah sekarang?" tanya Alyo, karena mereka sudah keluar dari Cafe.
"Bodo ah kak, lo duluan aja, gue bentar kok," ucap Ayla meyakinkan.
"Iya, jangan lama-lama yah," pesan Alyo diangguki Ayla.
"Iyaa."
Alyo langsung masuk ke dalam mobilnya, ia menunggu Ayla di dalam saja.
15 menit kemudian, Ayla tak kunjung juga kembali.
"Duh lama amat si Ayla, ngapain tuh anak di toilet, konser? Numpang tidur?Ngobrol sama tisu toilet? Kok lama banget!" kesal Alyo.
"Eh bentar deehh, gue kayak dengar suara orang teriak teriak gitu, siapa sih yang teriak malam malam ginni, mau pamer suara? Kurang kerjaan banget," ucap Alyo tak berhentinya ngomong sendiri.
"Tapi kok suaranya familiar banget ya?" tanya Alyo mendengarkan lagi suara itu.
"Tolongg... tolongg.... Kak Alyo tolongin Ayla."
Tidak salah lagi!
Itu suara Ayla, adiknya.
Alyo segera keluar dari mobilnya dan mencari keberadaan adiknya itu. Mata Alyo melebar melihat Ayla sedang diseret-seret oleh orang bertopeng untuk memasukkan Ayla ke dalam mobil.
"WOY LEPASIN ADEK GUE!" teriak Alyo keras, rahangnya mengeras pertanda ia sangat marah.
Orang bertopeng itu malah memasukkan Ayla ke dalam mobilnya lalu pergi dengan ngebut, Alyo segera masuk ke dalam mobilnya mengejar mobil yang sudah menculik Ayla.
Drett... dreet...
Tiba-tiba ponsel Alyo berdering ada sms masuk dari nomor tak dikenal. Ini pasti dari si penculik Ayla.
From:08126*******
Kalau lo mau adek lo selamat pergi ke Jl Mawar no 14
"Shiitt ini pasti dari si penculik itu," ucap Alyo lalu membelokkan stir mobilnya menuju alamat yang diberikan kepadanya.
Saat Alyo sampai di situu
Tenyata.......
***