Setelah sampai di sana yang Alyo lihat hanya cahaya remang-remang, tempat apa ini? Alyo terus berjalan menyusuri jalan itu.
Tiba-tiba, pada saat Alyo berjalan sebuah cahay muncul dari kanan dan kiri Alyo, lalu Alyo melangkah lagi dan lagi cahaya itu tetap mengikuti langkahnya, sampai Alyo seperti menabrak sesuatu, mungkin saja batu.
Tukk....
"Awh!" ringis Alyo karena ada yang melemparinya batu kerikil mengenai p****t Alyo.
Lalu Alyo berbalik melihat pelaku yang melempari pantatnya namun ketika berbalik tempat ini seketika menjadi terang.
"HAPPY BIRTHDAY!" teriak semua orang yang Alyo tak tahu sebelumnya jika banyak orang di sini.
Alyo tertawa pelan, lalu ia melihat jam di pergelangan tangannya ternyata sekarang pukul 00.01.
Dan dini hari ini adalah ulang tahun Alyo, semua orang di tempat ini mulai bernyanyi dan bertepuk tangan.
"HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY TO YOU, HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY TO YOU!"
Ayla menghampiri Alyo menyodorkan kue ulang tahun dengan angka 17 berjejer di sana. Ayla datang dengan senyum manisnya, jadi penculikan tadi itu sebuah rekayasa. Huft Alyo dibuat panik karena itu.
"Happy Sweet Seventeen Kakak gue yang paling Sweet, semoga ke depannya makin sukses Aamiin," doa Ayla yang langsung diaminkan oleh Alyo.
"TIUP LILINNYA TIUP LILINNYA TIUP LILINNYA SEKARANG JUGA.... SEKARANG JUGA... SEKARANG JUGA..."
Alyo segera meniup lilin yang berapi itu, dan semua orang bertepuk tangan meriah.
"Oke sekarang adalah potong kue, silahkan Alyo memotong kuenya dan memberikan sepotong kue untuk orang tersayang," ucap MC yang memandu acara tersebut.
Alyo memotong kue itu lalu matanya menatap ke arah Angel, Ayla mengerucutkan bibirnya sudah tentu Alyo akan memberikan kue itu kepada Angel.
Alyo segera menyuapkan sepotong kue kepada Angel, semua orang langsung menggoda Angel dan Alyo.
Ayla menatap lirih, ternyata benar Alyo lebih menyayangi Angel daripadanya.
Lalu Alyo kembali berbalik ke tempat semula, ia memegang kue tar itu di tangannya.
"Sepotong kue memang udah gue kasih ke Angel, tapi semua sisanya ini gue bakal kasih ke adek gue, dan tentunya kue yang ini lebih besar dari yang tadi, sebesar itulah sayang gue ke lo, Ay!" ucapan Alyo menarik perhatian semua orang.
Semuanya terpaku dengan kata-kata Alyo, bahkan ada yang terharu seberapa cintanya seorang kakak kepada adiknya.
Ayla tersenyum bahagia air mata jatuh di pipinya, bukan itu bukan air mata sakit hati melainkan air mata bahagia.
Ayla langsung berhamburan memeluk Alyo, Alyo juga membalas pelukan Ayla erat sangat erat.
Siapa lagi yang menyiapkan pesta ini jika bukan Ayla? Siapa yang sudah mengundang teman-temannya jika bukan Ayla? Semua yang gadis itu lakukan diperuntukkan untuk Alyo.
Jadi, tak ada lagi alasan yang membuat Alyo lebih memilih Ayla daripad Angel, karena Angel mungkin sekarang pacar Alyo tapi Angel belum tentu akan bersamanya esok, sedangkan Ayla ia akan terus bersama gadis kecil itu selamanya.
Oh ayolah Alyo sangat menyayangi adik manjanya itu, Ayla.
Angel tersenyum senang, walaupun secara tidak langsung Alyo terang-terangan jika ia lebih memilih Ayla daripada dirinya, Angel sangat memahami, karena Alyo lebih memilih adiknya, oh tentu saja.
"Woo wow wow, Bro-Sist goals ini gak di sekolah gak dimana-mana selalu romantis ya, berikan tepuk tangan untuk Alyo dan Ayla," ucap MC dan tepukan riuh langsung diberikan semua tamu.
Alyo merangkul Ayla ia tersenyum bangga, persaudaraan antara Alyo dan Ayla memang membuat iri semua orang yang melihatnya.
"Acara selanjutnya, mari kita bersalaman sambil mengucapkan selamat ulang tahun kepada orang yang berulang tahun," ucap MC lalu semua orang mulai berbaris untuk memberikan kado dan ucapan kepadanya.
"Selamat ulang tahun Alyo!" ucap Angel di barisan paling depan, lalu bersalaman dengan Alyo, ia memberikan Alyo sebuah kado berukuran sedang.
"Makasih Angel, pacar gue," jawab Alyo, lalu Ayla memberikan sekotak snack krpada Angel, karena tak bisa menyediakan hidangan makanan makanya Ayla membukusnya saja jadi snack.
"Sama-sama, eh gue juga dapat ya Ay, makasih," ucap Angel menerima snack itu.
"Oh iya dong."
Lalu Angel berbalik pergi dari situ, memberikan kesempatan yang lain untuk bertemu Alyo.
"HBD ALYO!"
"HBD BRO!"
"HBD KAK ALYO!"
"HBD MAN."
"HBD KAK ALYO, kapan nembak aku?"
Kepala Alyo yang tadinya mengangguk ngangguk langsung berubah menjadi menggeleng mendengar ucapan terakhir, eits itu kan si Markonah, badan lebar rambut keribo yang dandanannya lebih menor daripada banci.
"Gue tembak mati, mau?" tanya Alyo kepada Markonah.
"Mau mau aje, biar matinya di pelukan Kak Alyo!"
Astaghfirullah.
Alyo mengucap di dalam hati.
"Jangan mimpi deh bakal gue peluk," ketus Alyo, Markonah malah memanyun manyunkan bibirnya selebar bibir bebek.
"Udah jangan dijelek-jelekkin mukanya," ucap Alyo.
"Lah kan emang udah jelek, Kak, gak perlu dijelek-jelekin lagi," sambar Ayla ikut-ikutan.
Markonah semakin memanyunkan bibirnya, merasa sakit hati dihina oleh Alyo dan Ayla.
"Eh jangan sedih dong, jangan masukin ke hati masukin ke ginjal lo aja, gini-gini lo juga cantik kok," ucap Alyo membuat mata Markonah bersinar cerah.
"Kalau diliat pakai tudung saji," sambung Alyo.
"Gapapa deh, yang penting lo udah muji gue cantik, gak peduli mau diliat pake tudung saji kek, sedotan kek, baskom kek, gayung martabak kek, yang penting di awal lo udah muji gue cantik, makasih Alyo gue mimpi indah malam ini," ucap Markonah seakan terbang ke langit ke-7.
Markonah langsung pergi dari situ, namun ia kembali berbalik mengambil jatah snacknya, tak tanggung-tanggung Markonah mengambil tiga kotak snack dari Ayla.
"Buat gue 1 aja gak cukup Ay," ucap Markonah lalu berlalu dari situ.
"Ih rakus banget tuh gerobak bakso," kesal Ayla geleng-geleng.
"Gapapa biarin aja, perut si Markonah kan segede tangki minyak," ucap Alyo dan Ayla terkekeh pelan.
Orang-orang kembali melanjutkan acara salam-salamannya, kaki Alyo sebenarnya sudah pegal sejak tadi.
"Ay, ini gak bisa apa ucapannya dilanjutkan di WA aja, kaki gur udah pegel."
"Ya gak bisa gitu, kalau ulang tahun emang harus sedia melayani tamu kak," ucap Ayla.
"Untung aja besok tanggal merah Ay, gue bisa tidur sepuas-puasnya," ucap Alyo diangguki Ayla.
Setelah semuanya selesai bersalam-salaman dengan Alyo, akhirnya mereka pulang ke rumah.
***
Sinar matahari membangunkan Alyo, jika Alyo bilang ini masih pagi juga matahari langsung bakalan protes, karena nyatanya ini sudah siang.
Alyo meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, sejak tadi hpnya selalu berdering tanda notifikasi masuk ke hpnya. Bahkan setiap menit dan setiap detik hp Alyo selalu berdering sehingga membuat tidur Alyo terganggu.
Akhirnya Alyo membaca pesan yang masuk ke hpnya satu persatu, berbagai sosmed yang Alyo miliki sudau dipenuhi ribuan notifikasi untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya, biasaaa orang terkenal dan punya penggemar bejibun emang gitu.
Tak mampu membalas semuanya, Alyo memilih mandi karena badannya terasa lengket karena sudah panas.
Setelah selesai mandi Alyo turun ke bawah menemui mamanya, Alyo sangat menantikan ucapan dari wanita yang berstatus sebagai ibunya itu.
"Pagi Mama!" sapa Alyo mencium pipi mamanya singkat.
"Malam Alyo," balas Fira yang kesal karena anak sulungnya menganggap siang ini masih pagi.
"Mama gak ngucapin apa-apa gitu ke Alyo?" tanya Alyo langsung saja tanpa segan.
"Udah, mama udah ucapin di jendela kamar kamu, mama sengaja letakkin kertas ucapan di sana supaya kamu mau membuka jendela kamar kamu, lagian kamu gak seppet apa sama kamar kamu gak ada udara masuk?" ucap mamanya panjang lebar.
"Iya-iya Ma, nanti Alyo buka jendelanya."
"Selamat ulang tahun ya anak Mama yang waktu kecil gemmesin," ucap Fira mengusap rambut Alyo.
Alyo tersenyum senang lalu mencium pipi Fira sekali lagi, "makasih Mama, emang sekarang Alyo gak gemmesin lagi apa?" tanya Alyo menirukan gaya Ayla yang sedang memanyunkan bibirnya.
"Nggak, sekarang kamu malah jadi ganteng," puji Fira mengusap muka Alyo.
"Ah mama kalau ngomong suka bener."
"Bisa aja kamu, udah sana ambil kadonya, kemaren kamu langsung nutup pintu kamar, kasian adek kamu bawa semua kado kamu ke kamarnya, malah banyak banget lagi," ucap Fira.
"Oke Ma, Alyo laksanakan," ucap Alyo langsung berlari menuju kamar Ayla.
Alyo membuka pintu kamar Ayla, pintunya tak dikunci ya tentu saja, Ayla hanya mengunci pintu kamarnya pada saat ia marah dan ngambek sama Alyo.
Alyo masuk ke dalam kamar Ayla, gadis itu tak keliatan di kamarnya, dan tak lama bunyi suara pintu dibuka terdengar oleh Alyo, pria itu langsung menoleh ke asal suara.
OMG
Apakah ini?
Seperti bidadari.
Alyo menatap cengo Ayla yang keluar dari kamar mandi hanya memakai handuk saja, "AAAAAA!" teriak Ayla karena melihat Alyo di kamarnya.
"Ihh KELUAR LO KAK!"
"KELUAAR!"
Ayla langsung melemparkan barang-barangnya menyuruh Alyo keluar.
Alyo menangkap apa yang dilemparkan kepadanya.
Sisir...
Ember...
Baskom...
BH eh...
Lalu Alyo menangkap roti basah yang di dalamnya seperti ada slai merah.
Dengan polosnya Alyo bertanya, "ini apa Ay?"
"AAAA KAK ALYO KELUAARR!"
Tanpa ba-bi-bu lagi Alyo pontang panting keluar kamar adiknya itu, bisa dikunyah hidup-hidup ia oleh Ayla jika masih di sana.
***
Setelah selesai memakai baju Ayla langsung keluar kamarnya mengangkut semua kado Alyo yang ada di kamarnya semalam.
"Nih kado lo, separoh lagi masih ada di kamar gue ambil aja," suruh Ayla, ia masih kesal karena Alyo tadi main masuk kamarnya, eh bukannya biasanya juga? Tapi kan tadi Ayla sedang memakai handuk doang.
"Sorry ya Ay, lo marah ya sama gue? Lagian gue gak bisa nolak, itu kan rezky namanya."
"APAA? IHH KURANG ASAM LO KAK!"
Ayla menabok nabok Alyo kesal, dan pria itu hanya pasrah digebukin oleh adik sendiri.
"Ampun Ay, janji gak akan gitu lagi."
"Huft, okedeh."
"Yaudah temenin gue buka kado yuk," ajak Alyo dan Ayla mengangguk menurut.
Lalu Alyo membuka kado-kado yang dibawa Ayla ke kamarnya dahulu, sisanya nanti biar ia jemput ke kamar Ayla.
***
Alyo banyak juga mendapatkan kado, yaiyalah fansnya kan banyak, kira kira isinya apaan yah? Yang pasti bukan buku, pena, sabun, Alyo kan bukan anak SD lagi dikasih kado begituan.
"Ahaa akhirnya dapat juga," ucap Alyo menangkap satu kado yang dicari-carinya.
"Dapat apa?" tanya Ayla.
"Inih kado ini," Alyo langsung membuka kado itu dan menemukan sebuah surat.
HBD KARAK! semoga panjang umur.
~ANGEL
Alyo tersenyum membacanya, lalu Alyo tak sabar melihat isi kadonya. Dan ternyata isinya adalah...
Jam tangan bulat warna silver, ukiran di sekitar jamnya sangat indah dan menawan jika Alyo memakainya, pria itu langsung memasang jam itu di pergelangan tangannya, dan memang terbukti bagus sekali di tangannya.
"Bagus gak?" tanya Alyo mengangkat pergelangan tangannya memperlihatkan ke Ayla.
"Mayaaan," jawab Ayla tanpa menoleh sedikitpun ke Alyo, gadis itu masih sibuk membuka kado yang lain.
"Mayan-mayan, lo aja gak liat apaan mayan mayan," kesal Alyo, niat mau menyombongkan eh malah dikacagin.
"Iya lo sihh, gue lagi susah nih bukaknya," ucap Ayla yang rempong sekali buka kadonya.
"Robekin aja kertas kadonya, kalau lo buka 1 per 1 salotip nya besok subuh baru kelar."
"Terserah deh."
Selanjutnya Alyo mencari kado dari Jaya, kira-kira sahabatnya itu memberinya kado apa ya?
Nah ketemu!
"Apa apaan nih si Jaya ngasih gue kado ini, pake ada suratnya lagi," oceh Alyo membuka surat itu dan membacanya. "Ah isinya cuma tiga kata pakai nulis di kertas doublefolio lagi, lebay amat si Jaya," ucap Alyo.
Di Pakek ya...
"Haddeh kurang asam si Jaya," dengus Alyo mengembangkan baju yang diberikan Jaya.
"Hahahahaha."
Ayla langsung tertawa ngakak melihat isi kado dari Jaya yang isinya adalah daster emak-emak yang cocok dipakai oleh nenek buyut Alyo kayaknya.
"Wah bagus tuh kak bajunya, dari siapa tuhh? Cocok buat lo, hahaaha!"
Ember mana ember? Alyo mau nutupin muka gantengnya karena malu diketawain adek sendiri.
"Lagian si Jaya ada ada aja, apa cobak maksud dia ngasih nih baju daster emak-emak," kesal Alyo.
Akhirnya Alyo selesai membuka kado-kadonya bersama Ayla. Dan kurang lebih isinya adalah....
Topi..
Jacket...
Tisu toilet...
Daster emak emak...
Mobil mainan..
Sarimi isi 2...
Alat make up...
Kado yang didapatkan Alyo memang aneh-aneh emang, tapi Alyo menerima saja ia menghargai pemberian teman-temannya.
"Nih untuk lo aja," ucap Alyo memberikan piyama tidur bergambar hello kity kepada Ayla tak mungkin juga ia memakainya, lagian Alyo laki-laki kenapa banyak yang ngasih barang perempuan kepadanya.
"Wah makasih Kak," ucap Ayla tersenyum senang.
"Hemm," gumam Alyo.
"Eh, kado dari lo mana?" tanya Alyo tak melihat kado dari Ayla sejak tadi.
"Kado gue paling mahal dari ini semua tau gak," ucap Ayla tersenyum bangga.
"Emang apaan? Kok gue gak liat," tanya Alyo.
"Doa," jawab Ayla santai.
"Ah elah, doa mah semua orang keknya doain gue deh Ay," ucap Alyo tak terima.
"Ada kok kado gue, di bawah ayo!" ucap Ayla menarik Alyo.
Ayla menarik Alyo ke dapur, lalu menyuruh Alyo duduk di meja makan.
Ayla membuka tudung saji di atas meja makan lalu Alyo melihat semangkok rendang di sana.
"Gue buatin makanan kesukaan lo, Kak!" ucap Ayla.
"Ini lo buat sendiri?" tanya Alyo tak percaya, aroma rendang itu sudah membuat hidungnya kembamg kempis.
"Iya dong, gue belajar satu minggu full sama Mama buatin ini untuk lo," ucap Ayla.
"Wah makasih Ay, kado lo emang yang paling spesial untuk gue."
"Iya dong, Ayla gitu!"
Lalu Ayla mengambilkan Alyo nasi dan memberi rendang itu ke piring nasi Alyo.
Gadis itu menyuapkan satu sendok nasi yang sudah bercampur rendang ke mulut Alyo, pria itu langsung melahapnya dengan semangat karena rendang adalah makanan kesukaannya sejak dahulu.
"Enak banget, lo jago banget buatnya, lidah gue joget-joget nyicipinnya," puji Alyo lebay.
"Ah syukur deh kalau lo suka kak," ucap Ayla senang kadonya diterima baik.
"Ini kado terlezat yang pernah gue dapatkan."
"Ahahahaa."
Alyo dan Ayla saling bersuapan menghabiskan semangkok rendang itu berdua.
***