Tepat hari ini Alyo, Ayla, Angel, Kina, dan Jaya pergi liburan ke Padang.
Liburan yang mereka nanti-nantikan.
Pagi ini mereka akan ke bandara untuk langsung berangkat ke Padang.
"Kak udah siap nih, yuk berangkat," ajak Ayla.
"Lama amat lo Ay, ngapain aja, keburu lumutan gue dari tadi nungguin lo."
"Apanya yang lama sih kak, lo aja baru nunggu 45 menit kan, lebay lo ah."
"Terserah lo Ay, mending sekarang kita berangkat kasian Karo gw lama nungguinnya."
"Lo masih manggil Angel, Karo kak?" tanya Ayla, ia tahu arti sebenarnya, Ayla menanyakan kepada papanya.
"Yaiya, biar gak maenstream panggilannya."
"Emang dia gak marah? Lo mah gak elit nyari panggilan."
"Dia kan kagak tau artinya."
"Tapi, kita mau ke Padang loh kak."
"Udah Ayla, kalau ngobrol terus kapan kita berangkatnya?"
"Iya iyaa."
***
Sekarang mereka semua sudah di atas pesawat otw Padang, Alyo yang niatnya ingin modus duduk berdua dengan Angel gagal sudah karena ia harus duduk bersama Ayla.
Ayla memang penakut naik pesawat, yah namanya juga pesawat ya pastilah terbang, emang ada pesawat jalan di rel kereta?
"Duh si Ayla pake meluk-meluk gue segala lagi, gak tau apah si Angel lagi ngeliatin, tuh Angel natap gue seolah olah di dahinya ada tulisan 'kalau lo macem-macem gue gigit o***g lo," ucap Alyo yang tak berhentinya mengoceh di dalam hati.
Kan ngeri juga!
"Ayla lo jangan peluk-peluk gue dong, si Angel ngeliatin tuh, ntar dia cemburu, dia marah lagi sama gue, ntar kalau beneran dia mau gigit o***g gue, kan ngilu!" bisik Alyo ke telinga Ayla.
Meluk-meluk Alyo sih boleh saja, tapi Ayla meluk Alyo sekarang seperti anak monyet bergelalayut dengan emaknya.
"Woy Ayla lo dengerin gw gak sih," bisik Alyo lagi.
"Ahh brisik lo kak, gue lagi tidur juga," buset dia malah ngomelin gue dengan suara cempreng dia itu yang bikin telinga gue berdenyut denyut manja, batin Alyo.
***
Akhirnya oh Akhirnya sampai juga di Padang, Alyo bisa bernafas lega karena Angel gak marah dengannya tentang si Ayla tadi meluk-meluk Alyo, Angel dengan santai menjawab...
"Ya enggak lah, ngapain gue marah sama lo, Ayla kan adik karak."
"Lagian bener juga, Ayla kan adek gue, ngapain juga si Angel cemburu," ucap Alyo pada dirinya sendiri.
Setelah itu, mereka menyewa mobil untuk pergi kemana saja selama di Padang, tentunya beserta supirnya juga sekalian.
Sponsor liburan kali ini adalah Zaqi, semua biaya ditanggung oleh Zaqi, papa Alyo dan Ayla.
Mereka langsung menuju rumah Alyo yang dulu pernah menjadi tempat tinggalnya di sini.
Rumah Alyo di Padang sudah diberikan oleh Zaqi kepada Mak Zuraida yang dulu mengurus Alyo tinggal di sini.
Setelah sampai, Alyo mengetok pintu rumah itu tak sabaran, ia juga sudah rindu dengan Mak Zuraida.
"Assalammualaikum," salam Alyo tak lama pintu rumah terbuka menampakkan wanita paru baya berumuran 50 tahun ke atas.
"Waalaikumussalam, Oik Buyuang! Ndeh ka mari juo Ang akhirnyo!" kaget Mak Zuraida melihat Alyo yang datang.
(Waalaikumussalam, Oi anak laki-laki! Akhirnya kamu ke sini lagi)
"Buyuang? Siapa tuh Mak? Anak baru Mak? Cucu Mak? Atau siapa? Ini kan Alyo Mak," jawab Alyo lalu menyalami tangan Mak Zuraida.
"Maksud Mak itu, buyuang itu kamu Uda," ucap seorang gadis, dia adalah cucu Mak Zuraida.
"Eh iya, wow siapa nih Mak?" tanya Alyo, Mak Zuraida langsung mengenalkan cucunya yang selama ini tinggal di Bandung dan baru pulang ke sini 2 tahun yang lalu.
"Iko cucu Mak, namonyo Sakira," jawab Mak Zuraida.
(Ini cucu Mak, namanya Sakira)
"Hekhem," dehem Ayla, karena Alyo malah asik dan mengabaikan mereka semua. Mentang-mentang pernah tinggal di sini, dengus Ayla.
"Kenapa Ay batuk?" tanya Alyo kepada adiknya.
"Nggak, asam lambung!" jawab Ayla asal.
"Oh, jangan lupa minum obat yah," ucap Alyo.
"Alyo kita gak dikenalin nih?" tanya Angel karena Alyo belum juga sadar dengan kode Ayla.
"Eh iya sampai lupa, Mak kenalin ini adik Alyo, namanya Ayla, ini Kar- eh maksudnya ini Angel pacar Alyo, ini Jaya teman Alyo, dan ini Kina, temannya Ayla," ucap Alyo mengabsen nama teman-teman yang dibawanya.
Ayla langsung menyalami Mak Zuraida, diikuti oleh yang lain.
"Yolah masuak lah manga tagak di lua tu, angek beko."
(Yaudah masuk lah, ngapain berdiri di luar, nanti panas.)
"Iyo Mak!" jawab Alyo yang mengerti ucapan Mak Zuraida.
(Iya Mak)
****
Hari ini Alyo memutuskan untuk beristirahat saja dahulu, besok baru mulai pergi jalan-jalan.
Dan malam ini mereka berkumpul di halaman belakang untuk memaggang ayam dan ikan nila.
Bumbunya sudah disiapkan oleh Mak Zuraida sore tadi, dan malam ini mereka tinggal membakarnya saja.
Ayla dengan semangat mengipas-ngipas ayam panggang itu sampai masak, Ayla dibantu oleh Kina mengipasnya.
Mata Ayla tak sengaja melihat Alyo dan Angel sedang mengipas ikan bersama, Alyo memainkan ikannya membuat Angel tertawa, tiba-tiba perasaan Ayla terasa nyeusek tak karuan.
Pemandangan itu membuatnya terasa terpanggang, tenang Ayla tenang, lo gak boleh kayak gini! Lo udah janji akan menghilangkan perasaan ini, ucap Ayla menenangkan dirinya dalam hati.
Setelah ayam panggangnya masak Ayla membawanya ke tempat teman-temannya yang telah berkumpul, lalu mereka mulai mencomot ayam ataupun ikan itu untuk mencicipinya
"Kok suasana jadi hening gini sihh," ucap Jaya yang merasakan suasana akward.
"Hmm gimana kalau Alyo nyanyi, setuju gak?" lanjut Jaya.
"Setuju," jawab semuanya.
"Eh eh gak-gak, apaan sih lo Jay, gue gak bisa nyanyi," tolak Alyo.
"Ayo dong Karak, gue pengen denger lo nyanyi," bujuk Angel.
"Ayo dong Kak," tambah Kina.
"Yaudah deh, tapi duet sama lo ya Karo," ucap Alyo.
Sakira yang memang ikut acara itu menatap heran mendengar panggilan Alyo dan Angel.
Karak dan Karo?
Kuman dan monyet begitu? Tanya Sakira menahan untuk tidak tertawa.
"Gue gak bisa nyanyi, emm ha gimana kalau karo duetnya sama Ayla aja?" suruh Angel menatap Ayla.
"Haa boleh tuhh, ayo dong Ay, gw udah lama gak denger lo nyanyi," ucap Kina heboh dan diangguki setuju oleh yang lainnya.
"Hmm oke dehh, mau nyanyi lagu apa kak?" tanya Ayla pada Alyo yang membuat teman-temannya berteriak senang akhirnya Ayla mau bernyanyi.
"Janji Sampai Mati aja gimana Ay?" tanya Alyo.
"Hmm yaudah dehh," jawab Ayla mengingat lirik lagunya.
Lagu itu merupakan lagu favorit Alyo dan Ayla, mereka sering menyanyikan lagu itu bersama.
Alyo mulai memetik gitarnya yang dulu pernah ditinggalkannya di sini. Ayla juga memutar musik karoeke dari youtube untuk menamah suasana.
(Alyo)
Kau Cintakuu..
Dengarkanlahh..
Dalam lagu..
Kuingin Biicaraa..
Tentang janji..
Tulusku Untukmuuu uu
Ku Ingin memiliki muu...
(Ayla)
Setulus hati
Ku mencintaimuu...
Sepenuh jiwa
Ku menyayaangimuu...
Dan ku ingin engkau pun selaluu..uuu...
Selalu mencintaikuu..
(Alyo&Ayla)
Reff
Tak ingin lagi mencarii yaangg Laiin..
Dalam kehidupan ku innii iii
Ingat janji iniii iii
Janjii sampaii matii..
Lalu Alyo menatap Ayla sambil memetik gitarnya. Matanya memanah mata gadis itu.
Setulus hati ku mencintaimuu (Alyo)
Sepenuh jiwaa ku menyanyangimuu (Ayla)
Dan ku ingin engkaupun selaluuu uuu (Alyo)
Selalu mencintaiku (Alyo&Ayla)
....
...
...
Tak ingin lagi mencari yang laiiin..... (Alyo)
Tak ingin lagi mencari yang laiin (Alyo&Ayla)
Ku tak ingin lagi.... (Ayla)
Dalam kehidupan ku ini... (Ayla)
Hidup ku inii... iii (Alyo)
Ingat janji ini inii (Ayla)
Ingat janji... inii (Alyo)
JANJI SAMPAI MATIII (Alyo&Ayla)
Janjii sampaii.... maaati iii (Alyo & Ayla)
~ lagu Rio feat Shara Janji Sampai Mati.
Prokk...
Prokk...
Prokk...
Tepukan tangan meriah menggema di halaman belakang, Alyo masih menatap Ayla begitupun sebaliknya.
Alyo merasa kenapa setiap lirik lagu yang dinyanyikan Ayla itu seperti sungguh-sungguh kepadanya?
"Yeyy makasih kita ucapkan kepada Alyo dan Ayla!" ucap Jaya bertepuk tangan.
Suara Alyo jika bernyanyi tak seburuk yang mereka kira, apalagi Alyo sepertinya sangat menikmati lagu itu, sedangkan Ayla, suara gadis itu tak diragukan lagi keindahannya, Ayla bahkan dulu sering ikut lomba nyanyi di sekolahnya dan gadis itu sudah berkali-kali menjadi juaranya.
"Nah sekarang gimana kalau kita main truth or dare," ajak Jaya.
"Ah udah biasa itu mah, Kak Jay," tolak Ayla yang sudah bosan dengan permainan itu.
"Terus mau main apa?" tanya Jaya.
"Gimana kalau main tebak kalimat yang dibalikkan, nah nanti yang tahu bakalan dikasih skor, nanti bagi yang kalah bakalan dikasih hukuman, gimana?" tanya Ayla mengusulkan permainan yang terlintas di kepalanya.
"Boleh tuh," jawab Kina setuju.
"Oke aturan mainnya, siapa yang tahu jawabannya dia berhak ngasih soal selanjutnya," ucap Ayla.
"Okee!" teriak semuanya.
"Dimulai dari gue ya, contoh nih 1 kata aja dulu, ukub apa?" tanya Ayla.
"Buku!" jawab Kina.
"Nah betul, berarti Kina dapat skor 1," ucap Ayla.
"Oke lanjut, soalnya dari Kina," lanjut Ayla.
"Kalimat atau kata?" tanya Kina.
"Kalimat aja biar seru," jawab Jaya.
Alyo mengikuti saja permainan yang diatur teman-temannya, ia dan Angel daritadi saling bertatap-tatapan sambil tersenyum makanya Alyo menurut saja.
"Oke, gue mulai yahh... INI KASUR RUSAK," ucap Kina.
Yang lain ikut memikirkan jawabannya, Ayla mengerutkan keningnya.
"Lah sama aja dong Na, jawabannya tetap INI KASUR RUSAK!" jawab Ayla.
"Nah iya betul! 10 poin untuk Ayla," ucap Kina, ia sengaja membuat yang lain pusing memikirkan jawabannya.
"Yah, pertanyaan jebakan," ucap Alyo dan Kina terkekeh pelan.
"Oke lanjut dari lo Ay," suruh Kina.
"Asar gnay madnepid," ucap Ayla yang membuat semua temannya pusing tuju keliling.
Semuanya sibuk membalikkan kalimat yang diucapkan Ayla, dan mereka menyuruh Ayla mengulang-ngulang lagi kalimatmya.
"Ra-rasa yang di-dipendam, rasa yang dipendam," jawab Angel mengacungkan tangannya.
"Yah Benar!" ucap Ayla menunjuk Angel.
Angel memekik girang, sekarang gilirannya," uka akus amuk," ucap Angel.
"Aku suka kamu," jawab Alyo.
"CIIIEEEE!" goda teman-temannya menggoda Alyo dan Angel yang malu-malu.
Ayla ikut tersenyum dan menggoda kakaknya dan Angel, benar kata orang-orang, jika kita menyebutkan ciee kepada orang yang kita sayang artinya memang cemburu. Itulah yang Ayla rasakan sekarang.
"Oke giliran Kak Alyo," ucap Kina.
Alyo tersenyum puas lalu matanya menatap Angel, berharap jika Angel tahu jawabannya.
"Uka atnic umak," ucap Alyo masih menatap Angel, gadis itu segera memikirkan jawaban Alyo.
"Aku cinta kamu,"
Bukan, bukan Angel yang menjawabnya, melainkan Ayla yang menjawab sambil menatap Alyo.
Alyo segera menoleh menatap Ayla, lalu pria itu ikut tersenyum dan mengacak-ngacak rambut Ayla.
Semuanya terdiam, apakah itu kebetulan atau apalah, mereka tak tahu, hanya saja jawaban Ayla disampaikan seperti menyatakan perasannya yang sesungguhnya.
"Uka aguj atnic umak," ucap Ayla memberikan soalnya tak ingin berlama-lama menjadikan suasana jadi canggung.
"Aku juga cinta kamu," jawab Alyo langsung dan menatap mata Ayla.
Gadis itu menggigit bibir bawahnya menahan untuk tidak tersenyum, Ya tuhan jika kebetulan kenapa malah terjadi dua kali dan saling bersahutan?
Alyo kembali tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut Ayla lagi.
"Ahaha kok bisa gitu ya, Ay?" tanya Alyo tentu saja tak dijawab oleh Ayla.
"Udah ah mainnya, yang kalah kak Jaya, hukumannya nanti cuci piring ya, gu-gue ke kamar dulu," ucap Ayla segera berlalu dari situ.
Semua teman-temannya menatap Ayla aneh, dan Jaya yang menggaruk-garuk kepalanya harus mendapatkan hukuman.
Alyo memperhatikan sikap aneh Ayla, Ayla sepertinya sangat gugup tadi.
Dalam hati Alyo tersenyum, ketahuilah jika sejak tadi jantung Alyo rasanya ingin copot karena tak kuat menatap mata Ayla.
Ayla segera berlari ke kamarnya, Ia tak tahu harus bagaimana, jika harus senang maupun sedih.
Apa jadinya jika ia benar-benar mencintai Alyo? Apakah cintanya akan selalu berakhir Sad-Ending.
"Apa cinta gue memang tak harus memiliki?"
***