Hari ini mereka mulai berjalan-jalan, memanfaatkan semaksimal mungkin liburan mereka di sini.
Supir mobil yang disewa Alyo kemaren sudah datang, siap mengantarkan mereka kemana saja hari ini.
Besok pagi mereka sudah bersiap-siap untuk kembali ke Jakarta, karena liburan kali ini terasa singkat. Maka dari itu mereka tak akan menyia-nyiakan waktu mereka di sini.
Pernah membayangkan berjalan di atas jembatan papan untuk mengelilingi perairan dan hutan bakau dengan nuansa yang asri dan natural? Well, mereka bisa langsung mencobanya di Taman Wisata Banto Rayo Koto Tangah, Tilatang Kamang Agam, yang merupakan salah satu destinasi wisata di Padang yang relatif baru!
Ayla berdiri di jembatan itu untuk mengabadikan fotonya, dan sang photografer dadakan langsung membidik Ayla, siapa lagi jika bukan Alyo.
"Kak, fotoin di sini dong," suruh Ayla santai.
Yang lain juga sibuk berfoto dan berselfie ria, mereka tak akan menyia-nyiakan pemandangan indah itu begitu saja, berfoto dan memposting ke media sosial merupakan kegiatan Ayla sekarang ini.
Cekrekk...
Cekreekk...
Lalu Ayla mengajak Alyo foto bersama menggunakan kamera handphonenya.
"Kak, senyum yang ganteng dong!"
"Gue udah ganteng walau gak senyum, Ay!" ucap Alyo.
Cekkrek...
Cekkrek...
"Setelah ini kita mau ke mana kak?" tanya Ayla.
"Kemana saja yang penting berdua bersama Ayla, eeaakk," ucap Alyo.
Mungkin Alyo hanya bercanda tapi, Ayla malah menganggapnya serius, pipinya bersemu merah.
"Lo kenapa Ay? Pipi lo kok merah gitu?" goda Alyo.
"Ah apaansih Kak, tuh tu si Angel nyariin lo tuh," ucap Ayla mengalihkan pembicaraan.
Angel datang bersama Sakira, memang cucu Mak Zuraida juga ikut liburan bersama Alyo, karena Ayla yang mengajaknya.
"Karak, kita ke sana yuk seru duduk-duduk di sana, tempatnya teduh dan sejuk," ajak Angel.
"Ah iya Karo, ayo Ay," ajak Alyo merangkul adiknya di sebelah kiri, dan menggenggam Angel di sebelah kanan.
Sakira menatap punggung Alyo yang berjalan di depannya, gadis berambut pendek itu sudah menyukai Alyo sejak bertemu kemaren.
Alyo, Ayla, Angel, dan Sakira duduk di tempat yang Angel katakan, di sana sudah ada Kina dan Jaya.
"Ayo makan cemilannya, seru banget duduk di sini," suruh Kina membagikan cemilan yang mereka beli tadi di jalan.
Mereka duduk di bawah pohon rindang itu, lalu mulai memakan cemilan di tangan mereka.
"Karo, lo mau ini gak?" tanya Alyo menyuapkan Angel keripik kentang miliknya.
"Makasih Karak."
"Kalian kok manggilnya Karo sama Karak sih," ucap Sakira heran.
Mampus.
Alyo takut jika Sakira memberi tahu artinya.
"Karak itu kan daki," ucap Sakira.
"AHAHAHAHAA!" semuanya langsung menertawakan Alyo.
Kepala Alyo membesar, ia menahan malu, teman-temannya malah ngakak bener, sengaja menertawakannya.
"Terus aja Jay, gak sekalian lo ketawa garuk-garuk pohon dan ngelinding ke tanah?" ketus Alyo menatap Jaya yang berlebihan sekali menertawakannya.
"Dan Karo itu adalah monyet," ucap Sakira yang membuat semuanya terdiam. Tak berani menertawakan Angel.
"Jadi, karo itu bukan bidadari?" tanya Angel yang mulai memanas.
"Bukan Kak, Karo adalah kera atau monyet."
Mata Angel melotot tajam, ia menatap Alyo dengan tatapan sulit diartikan.
"Jadi lo ngatain gue monyet? Lo bilang karo itu bidadari, bidadari apaan, bidadari monyet maksud lo?" kesal Angel.
"Eng- iya eh eng- nggak begitu kar- eh nyet eh maksud gue bukan begitu Angel," ucap Alyo terbata.
"Gue kecewa sama lo," ucap Angel menjauh dari Alyo.
"Kejar dong kak," suruh Ayla karena Alyo diam saja.
"Cewek kalau lagi ngambek dikejar percuma Ay, ntar kalau gak marah pasti balik lagi," ucap Alyo tak terlalu memikirkannya.
Ia ke sini untuk bersenang-senang, bukan untuk bertengkar dengan pacar.
"Yaudah ayo, kita ke tempat yang lain," ajak Kina yang merasa suasana jadi tak secerah tadi.
***
Dan di sinilah mereka berada.
Air Terjun Lubuk Hitam
Warga lokal lebih sering menyebutnya sebagai Aia Tajun Tigo Tingkek Lubuak Itam. Keistimewaannya bukan hanya pada panorama alam di sekitarnya yang masih alami, tapi juga karena tiga tingkatan air terjun yang ada membuat semua orang terpana.
Ayla berjalan mendekati air terjun itu, mereka memutuskan untuk bermandi-mandi di sana, karena mereka sudah membawa baju ganti.
Ayla memasukkan kakinya ke dalam air, tangannya diayunkan untuk bermain air.
Alyo mendekati Ayla, pria itu duduk di samping adiknya, Angel tak mengacuhkan Alyo sejak perjalan menuju ke sini, jadi percuma Alyo membujuk Angel sekarang, lebih baik ia bersantai-santai dengan adiknya.
"Mandi yuk Ay," ajak Alyo.
"Dingin ah, kak!"
"Tuh liat si Kina sama Jaya aja udah mandi-mandi daritadi," tunjuk Alyo.
"Hem, tapi airnya dalam gak kak?" tanya Ayla takut.
Alyo memilih duluan masuk ke dalam air itu, airnya hanya sepinggang Alyo, tak terlalu dalam, Alyo merentangkan tangannya meyuruh Ayla masuk.
"Takut, gendoong," rengek Ayla manja.
"Yaudah sini," suruh Alyo medekati Ayla merentangkan tangannya menyambut gadis itu.
Ayla segera mendekati Alyo lalu tangannya meraih leher Alyo, dan ia masuk ke dalam air digendong Alyo.
"Dingin kak, dingin," pekik Ayla kaget.
"Ayo lo berdiri di sini, gak dalam kok," suruh Alyo.
"Gakmau ntar gue tenggelam," takut Ayla masih memeluk Alyo.
"Gak akan, sini berdiri sama gue, coba dulu," bujuk Alyo.
Akhirnya Ayla perlahan turun dan ternyata benar, air itu hanya sedada Ayla, yah Ayla memang kurang tinggi, eits dia bukan pendek hanya kurang tinggi saja.
"Tuhkan seru tau," ucap Alyo mencipratkan air ke muka Ayla.
"Ih, kak Alyo basah tau," kesal Ayla.
Alyo malah semakin menjadi-jadi menyiram muka Ayla membasahi gadis itu.
Ayla yang tak mau tinggal diam juga membalas menyiram muka Alyo.
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, tak sadar jika mereka sudah menjadi perhatian semua orang.
Angel memperhatikan Alyo bersama Ayla, Angel sempat berpikir Alyo itu serius atau tidak dengannya, lihat sekarang, lagi bertengkar saja Alyo masih terlihat bahagia.
"Mereka kayak orang pacaran ya, kak!" ucap Sakira.
"Iya, padahal adek-kakak."
"Kakak udah lama pacaran sama kak Alyo?"
"Baru sekitar kurang lebih 2 minggu lah, emang kenapa?"
"Hehe nggak, aku nanya aja," ucap Sakira, dalam hati ia tersenyum puas, baru pacaran sebentar saja mereka sudah bertengkar, makin banyak peluang Sakira mendapatkan Alyo.
***
Alyo menimum air hangat, setelah mandi ia menjadi kedinginan, untung saja ada warung di sini yang menjual gorengan dan kopi hangat.
"Kak, ini dimakan ya gorengannya," ucap Sakira menghampiri Alyo dan langsung menyodorkan piring kecil berisi 2 gorengan.
"Makasih cantik," jawab Alyo memgambil gorengan itu, Sakira langsung baper sebapernya, dan ia percaya jika Alyo pasti bisa menyukainya.
"Ternyata benar ya kata Kak Fia, kak Alyo itu asik orangnya," ujar Sakira yang membuat Alyo segera menoleh ke Sakira.
"Lo kenal sama Pria? Eh maksud gue, si Fia?"
Sakira terkekeh pelan,"ya kenal lah, kak!"
"Trus si Fia dimana sekarang?" tanya Alyo.
"Kak Fia udah pindah ke Jakarta dia tinggal di tempat tantenya," jelas Sakira.
"Yah si Pria, gue ke sini ternyata dia ada di Jakarta," decak Alyo lalu menggigit gorengannya.
Pria Oktafia, merupakan sahabat Alyo ketika pria itu tinggal di Padang, gadis tomboy yang senang dipanggil Pria.
"Ehm kak Alyo," panggil Sakira.
"Iya?"
"Aku suk--"
"Kak Alyo, ayo berangkat!" teriak Ayla memanggil Alyo yang memotong ucapan Sakira.
"Iya Ay!" jawab Alyo.
Lalu Alyo mengajak Sakira untuk segera pergi dari situ, mereka akan ke tempat wisata yang lain.
***
Adzan Dzuhur berkumandang, mereka yang berada di jalan tak jauh lagi mendekati Mesjid Raya Sumbar.
"Kita sholat dulu ya, di mesjid itu," ucap Alyo diangguki semuanya.
Mereka berdecak kagum melihat betapa indahnya mesjid ini.
Mesjid ini merupakan salah satu landmark terbaru yang dimiliki Padang dan Sumatera, Masjid Raya Sumatera Barat ini memiliki bentuk yang mengadopsi rumah adat Minangkabau. Karena keunikannya ini, spot tersebut turut menjadi destinasi wisata religi bagi yang berkunjung ke ibukota Sumatera Barat ini.
"Masya Allah!" puji Ayla berdecak kagum mdlihat interior mesjid ini.
Mereka langsung mengambil wudu' dan menjalankan perintah-Nya.
Setelah selesai mereka melanjutkan perjalanan mereka ke Pantai Padang, sesuatu yang tak boleh terlewatkan.
Pantai Air Manis atau Pantai Aia Manih dalam bahasa Minang adalah pantai yang terletak kurang lebih 10 km ke selatan dari pusat Kota Padang. Lokasinya Berada di belakang Gunung Padang atau tepatnya di Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang. Pantai ini merupakan salah satu tujuan wisata populer yang selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat. Pantai ini dikenal dengan ombaknya yang kecil, memiliki panorama yang indah di sisi utaranya dan legenda Malin Kundang.
Di ujung utara pantai ini terlihat gundukan Gunung Padang dari kejauhan. Di samping itu, terdapat dua pulau kecil yaitu Pulau Pisang Ketek dan Pulau Pisang Gadang yang berjarak tak seberapa jauh dari pantai ini.
Selain menikmati keindahan pantai di Pantai Air Manis pengunjung bisa berkeliling pantai dan menyeberang ke Pulau Pisang Kecil, menyewa perahu motor untuk mengunjungi Pulau Sikuai yang terletak di sebelah Pulau Pisang.
Sekarang Alyo dan Ayla sedang menyewa motor untuk mengunjungi Pulau Sikuai.
Ayla memegang bahu Alyo, dan pria itu mulai menjalankan motornya, Ayla memekik girang karena angin yang menerpa wajah gadis itu sangat kencang membuat rambut Ayla berterbangan.
Alyo melihat Ayla dari kaca spionnya, pria itu tersenyum kecil melihat wajah bahagia gadis itu tampak terlihat jelas.
Setidaknya, liburan kali ini sangat berkesan untuknya dan Ayla.
***
Setelah itu mereka melihat batu Malin Kundang yang sangat melegenda, Kina memotret batu itu.
"Ayla jadi takut," ucap Ayla menyembunyikan badannya di punggung Alyo.
"Udah jangan takut, Malin kundangnya gabakal hidup lagi kok," ucap Alyo santai.
"Ya tapi kan ngeri," ucap Ayla.
"Mending kita makan dulu yuk, pasti udah pada lapar, perut gue aja udah meronta-ronta," ajak Jaya.
"Iya, Ayla juga udah lapar, yang sabar ya cacing-cacingku nan imut dan menggemaskan, sebentar lagi pasti aku kasih makan kok," ucap Ayla mengelus-ngelus perut ratanya.
"Ye ngomong sendiri sama perut, emang tuh cacing bisa ngejawab," sahut Alyo santai.
"Terserah Ayla dong, ini kan perut Ayla bukan perut Kak Alyo," kesal Ayla.
"Iya deh, cowok ganteng mah ngalah aja," pasrah Alyo.
"Nah betul tuh, jadi cowok emang harus gitu," ucap Ayla.
"Iya dong, kan ganteng pakai A," ucap Alyo.
"Kalau pakai E jadinya genteng dong," ucap Ayla tertawa.
"Yee bisa ae lu," Alyo mendorong kepala Ayla pelan.
"Eh main dorong-dorong," kesal Ayla tak terima, Alyo segera berlari menjauhi Ayla, gadis itu segera mengejarnya.
"Alyo dan Ayla mah, serasa dunia hanya milik berdua, kita semua ngontrak ye kan?" tanya Jaya kepada Kina.
"Iya, kayak sepasang kekasih."
Dekat pantai, ada restoran yang menjual ikan bakar, nasi kapau dan makanan ringan lainnya. Tersedia juga penyewaan perahu motor serta ATV.
Makan nasi padang memang membuat kenyang, Ayla tanpa segan menambah nasinya. Rasa nasi Padang atau mungkin Beras Solok sangat enak dikunyah, nasinya berderai tidak lembek, terasa sangat renyah.
"Tambuah tambuah!" ucap bapak-bapak yang juga makan di meja sebelah mereka.
(Tambah tambah)
Setelah selesai makan, mereka bermain di sekitar pantai sebentar, setelah itu mereka pulang ke rumah, mengakiri perjalanan mereka.
Ayla tertidur di samping Alyo, pria itu meletakkan kepala Ayla ke bahunya agar kepala Ayla tak terbentur nantinya.
Alyo memeluk adiknya itu dari samping, lalu mata Alyo ikut terpejam, perjalan menuju rumah lumayan jauh.
***
Malam pun tiba, mereka sudah sampai di rumah Mak Zuraida.
Hari yang sangat menyenangkan dan melelahkan, rasa penat yang dibawa pulang.
Mereka memutuskan untuk beristirahat malam ini, karena besok pagi mereka bersiap-siap untuk pulang.
Ayla meregangkan otot-ototnya, rasanya badan gadis itu remuk karena telah beraktivitas full hari ini.
Ayla tersenyum membayangkan perjalanan mereka tadi. Ia sangat bahagia, Ayla pikir ketika liburan dirinya hanya menjadi nyamuk diantara Alyo dan Angel, ternyata waktu liburan dihabiskan oleh Ayla bersama Alyo.
Ayla menoleh ke sampingnya, Angel sudah tertidur, dan di sampinya lagi ada Kina yang masih sibuk bermain ponselnya.
"Kenapa lo ngeliatin gue?" tanya Kina yang merasakan jika Ayla memperhatikannya sejak tadi.
"Ah gak, siapa yang ngeliatin lo."
"Gimana? Seneng liburannya?"
"Senneng dong, lo gimana?"
"Ya senang lah, liburan tu sama pacar bukan sama kakak," sindir Kina.
"Kalau pacar gak ada, kakakpun jadi lah," jawab Ayla.
"Serrah lo deh, gue mau tidur dulu."
"Iya."
Malam itu Ayla masih tak berhentinya untuk tersenyum mengulang-ngulang membayangkan kejadian pada saat tadi siang. Ayla sangat bahagia, ia tertidur sambil tersenyum
***
Pagi ini terasa sangat menyegarkan karena mereka semua sudah beristirahat cukup semalaman.
Semuanya membereskan barang-barang mereka, sedih jika harus meninggalkan tempat ini, karena di sinilah mereka merasakan persahabatan.
Sakira menghampiri Alyo, ia duduk di sebelah pria itu, "hai kak Alyo," sapanya.
"Eh hai Saa," jawab Alyo.
"Aku boleh duduk di samping kakak?" tanya Sakira.
"Boleh dong, mau duduk di pangkuan kakak juga bakal kakak jabanin," kata Alyo jantan.
Sakira langsung malu-malu dan duduk di samping Alyo.
"Eumm ada yang mau aku sampein ke kakak."
"Apa?" tanya Alyo.
"Aakk--"
"Ngomongnya jangan putus putus yah, salotip kakak baru habis kemaren jadi gak bisa nyambunginnya," peringat Alyo.
"Iya kak."
"Yaudah mau ngomong apa?"
"Aku suka sama kakak."
WHAT?
"Aku udah jatuh cinta sama kakak."
GILA NIH BOCAH!
"Kakak kan ganteng, aku juga cantik, berarti kita cocok."
KEPALA GUE PENTOKIN KE DINDING MATI GAK YA?
"Kakak mau gak jadi pacar aku?"
GUE GANTUNG DIRI JUGA KAYAKNYA DI BATANG TOGE.
"Kakak jawab dong, mau kan?"
BATANG PISANG EH MAKSUDNYA BATANG TOGE, ALYO GANTENG COMING
Seumur-umur Alyo baru pertama kali ditembak cewek seperti ini, memang banyak yang mencintai Alyo dan mengejar-ngejarnya, tapi tak ada yang berani menyatakan duluan, bahkan Tari saja tak pernah menembak Alyo terang-terangan seperti ini.
****