"Arka. Anak bungsu keluarga terpandang yang sekarang menjadi ketua Senat Mahasiswa." Ucap Amira. "Wajahnya tampan rupawan, tubuh tegap, otak cerdas, karakter menarik, kepribadian baik, dan yang paling penting adalah kaya raya anak konglomerat." Amira menyeringai. Dari semua yang dia katakan, poin pentingnya adalah kata terakhirnya. Senyum lembut yang semula tersungging dari bibir manis Casey, perlahan memudar. Berganti menjadi keterkejutan yang membuat udara di sekitar terasa mencekam. Mendengar nama itu di sebutkan, rasanya seperti tersambar petir di siang bolong saat cuaca terik. Sengatannya benar-benar hebat seolah ribuan lebah menyerbunya bersamaan dengan sengatan arus listrik bertegangan tinggi yang mencapai angka sembilan ratus volt. "Si.. siapa namanya?" Casey tergagap. Bahkan di

