Arka tersenyum tipis. Tangannya sibuk memutar hp sementara pikirannya menerawang jauh ke awang-awang. Ternyata, teman-temannya ini cukup mengerti dirinya dan sangat pandai membaca situasi. Terbukti dari tebakan mereka yang nyaris sempurna saat mengatakan suap di depannya tanpa ada yang di tutup-tutupi. Namun sayangnya, hanya dirinya sendiri yang mengetahui tentang suap semacam apa yang Aruna berikan. Dan tentunya dia tidak akan memberitahukan perihal ini kepada orang lain meskipun itu adalah teman-temannya. Arka memejamkan mata. Pembahasan serius tentang suap-menyuap, tanpa sadar sudah mengantarkan dirinya pada ingatan yang sudah lama berlaku. Seharusnya nama itu tidak teringat lagi. Seharusnya wajah itu tidak terlihat lagi. Seharusnya sentuhan itu tidak terasa lagi. Tapi, sungguh bo

