Hari selanjutnya. Mentari menyebar sinar dari langit timur. Sinarnya merambat di udara membelai permukaan kulit. Ketika angin bertiup, dedaunan ikut terbawa arusnya. Suara burung yang biasanya mencicit pada pagi hari, tidak lagi ada. Berganti dengan suara bising kendaraan yang berlalu-lalang membelah jalanan. Amira menerobos masuk ke kamar tidur Casey setelah tiga kali mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Dia menyibak tirai sampai cahaya matahari sepenuhnya masuk ke dalam dan memberikan kehangatan alami nan menyehatkan. "Kamu sudah siap berangkat ke Universitas kembali, bukan?" Suara Amira di pagi hari cukup kencang. Menguar aroma musk khas seorang wanita. Di sertai suara langkah yang makin lama kian mendekat ke arah ranjang. Setelah itu dia mendudukkan diri di balik meja rias. Case

