Satu Minggu Kemudian. Casey menyeret dua kopernya meninggalkan tempat kost yang selama ini menjadi tempat tinggalnya bersama Mama. Semua tentang Mama, sudah usai. Segala bentuk pengorbanan dan perjuangan, sudah berlalu. Sekarang tidak ada lagi acara berlari mengejar bus untuk pergi ke rumah sakit. Seharusnya dia lega akan hal itu. Dia tidak perlu lelah, tidak perlu berkeringat, tidak perlu bangun pagi dan tidak perlu mengusik Paman dan Bibinya. Seharusnya dia amat sangat senang karena semuanya sudah berakhir. Tapi siapa bilang dia bisa bernafas lega meski tidak melakukan itu lagi? Pada nyatanya, entah kenapa dia justru paling merindukan masa-masa itu. Masa dimana dia terlambat mengikuti mata kuliah. Masa dimana dia tidak bisa bermain dan menghabiskan waktu bersama teman. Masa dimana dia

