Jakarta, Indonesia. Sepanjang perjalanan, Casey diam tidak bicara. Bola matanya menatap ke depan dengan pandangan kosong. Penerbangan dari Manila menuju Jakarta, terasa melelahkan karena pada dasarnya, dia sudah lelah. Setibanya dia di bandara, dia juga masih sama. Diam seperti batu. Bergerak layaknya robot yang kehabisan baterai. Menjawab saat di tanya, namun hening setelahnya. Dia menjadi sosok yang sangat membosankan seolah tidak ada gairah hidup yang tersisa. Pada nyatanya, dia memang tidak lagi memiliki gairah hidup. Gairah hidupnya meredup bersamaan dengan kabar duka yang dia dapat dari Suster Feli. Semua terasa hambar tanpa rasa, semua tampak gelap tanpa warna, dan semua tampak kosong tanpa adanya apapun tanpa hadirnya siapapun. Casey berduka. Duka yang sangat dalam. Duka yang m

