Casey memungut hpnya yang sudah basah. Sekilas dia memperhatikan. Tidak hanya basah, namun layarnya juga retak menjadi dua bagian akibat dari dia melemparkannya terlalu keras ke dinding. Casey menekan tombol di bagian samping hp untuk menghidupkannya. Dia berharap hp itu bisa di hidupkan tak apa meski layarnya pecah. Namun, harapan hanya tinggal harapan. Hp itu tidak berhasil di hidupkan. Dia tidak menyerah, dia menekannya sekali lagi, sekali lagi, sekali lagi, sekali lagi dan sekali lagi. Tapi, sekuat apapun dia mencoba, hpnya tetap tidak menyala. Dia menepuk dahi. "Astaga." Casey memperhatikan benda pipih itu lekat. Sebenarnya layar pecahnya mungkin tidak banyak berpengaruh, tapi yang terparah mungkin mesinnya rusak karena kemasukan air, korslet atau apapun itu sebutannya. Satu yan

