Beberapa jam kemudian Arka terbangun dengan Casey dalam pelukan. Dia tau sebentar lagi sinar keabu-abuan fajar akan memasuki celah tirai. Malam itu begitu panjang dan penuh kenikmatan fisik. Arka tau kalau dia tidak boleh mengharapkan Casey untuk melakukannya lagi. Sungguh sinting pikirannya yang berubah mes-um sejak pergulatan menggairahkan yang mereka lakukan. Casey begitu hangat dan rileks dalam pelukannya, sehingga Arka berpikir, mungkin beberapa menit lagi. Beberapa saat kemudian Casey bergerak, menggeliat, dan Arka menarik wanita itu erat-erat ke tubuhnya. Dia menekan bibirnya ke rambut Casey. Dan gadis itu menanggapi dengan berbalik dan memeluknya. Casey mengulurkan tangan ke sekeliling leher Arka sampai dia merasakan da-da Casey menempel di dadanya dan rambut Casey berada di pe

