17

1140 Kata

“Tadi aku sempat menjenguk Olivia. Dia terlihat lebih semangat ketika Kenneth di sampingnya,” ujar Alesya seraya tersenyum kecil mengingat wajah Olivia yang lebih berseri dan sering tersipu malu ketika ia menjenguknya dan melihat Kenneth di sampingnya. Violet tertawa. “Iya, Kenneth berhasil membawa energi positif padanya.” Dugaannya salah. Berbelanja dengan Alesya Wijaya adalah hal yang paling menyenangkan yang pernah ia raskaan. Ia tidak merasa canggung, alih-alih canggung, ia lebih merasa sangat dekat dengan wanita itu. Image Alesya yang terkenal dingin, sama sekali tidak terlihat saat ini. “Sebenarnya, aku ingin membawakan sesuatu untuk Olivia. Menurutmu, apa yang cocok untuknya?” Violet memikirkan hal itu terlebih dahulu. Hingga ia menemukan jawaban yang pas. “Kue. Oliv sangat suka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN