16

1183 Kata

Kenneth terkesiap ketika ponselnya terus berdering entah untuk yang keberapa kalinya. Ia mengusap wajahnya lelah sebelum akhirnya menguap—gila saja orang yang meneleponnya di jam tiga pagi ini. Dengan malas, Kenneth mengambil ponselnya di nakas dan melihat siapa yang berani menganggu tidurnya. Violet. Kenneth mengerutkan dahinya. Seketika rasa cemas menghantui pikirannya. Karena, apa yang terjadi pada wanita itu sampai membuat ia menelepon Kenneth sepagi ini? “Kenneth...” Kenneth langsung mendengar suara Violet bergetar seperti menahan tangis tepat saat panggilan itu terjawab. Kenneth mengerutkan dahinya—rasa panik langsung menjalari hatinya. “Violet, ada apa?” Isakan Violet terdengar memilukan. “Olivia...adikku masuk rumah sakit lagi, Kenneth...” Kenneth tahu saat itu jantungnya ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN