21. KIC

2110 Kata

Beberapa hari setelah kejadian di pesta, Salfa pun terus mencoba melupakannya. Semakin dia memikirkan masalahnya, hatinya semakin sakit. Dan sekarang dirinya pun sudah mulai kembali kerja, sehinga sedikit demi sedikit kesedihannya pun berkurang dengan cara bekerja. Namun hal itu berbeda dari Raziq, dia terus saja memikirkan ucapan serta kejadian yang terjadi di pesta beberapa hari yang lalu. Baginya Salfa adalah wanita pertama yang berani membela dirinya dan mampu menamparnya. Raziq masih bisa merasakan bekas tamparan Salfa pada malam itu. Dia benar-benar tidak bisa melupakannya. “ Assalamualaikum.” Salam Angga yang baru masuk ke dalam ruangannya. “ Waalaikumsalam. Ada apa, apa ada hal yang ingin kamu beritahukan padaku.” Tanya Raziq. “ Maaf pak, kalau pagi-pagi begini saya sudah meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN