Tengah malam Salfa pun terbangun, air matanya pun mengalir. Dia tidak tahu harus menyebut dirinya apa. Karena fikirannya sekarang benar-benar tidak sejalan dengan hati kecilnya. Perlahan kepalanya pun menoleh kesamping, dia seperti mimpi melihat ada laki-laki yang ia cintai dari dulu tidur terlelap di sampingnya. Salfa memang sudah terbuai dengan kerinduannya pada suaminya dan hal itu membuat dirinya tidak bisa menahan diri juga. Apalagi ketika Raziq mengatakan kalau dia ingin belajar mempercayai apa yang Salfa ucapakan padanya. Hatinya benar-benar bahagia, karena baginya Allah sudah membukkan jalan untuk dia kembali bersama dengan suaminya. Perlahan tangan Salfa pun mengusap wajah Raziq yang masih tertidur. “ Apa ini benar-benar nyata bby, apa aku ngga lagi mimpi.” Ucap Salfa dengan su

